Frankenstein45.Com – 27 Mei 2026 | Persija Jakarta kembali menunjukkan peran vitalnya dalam kancah sepak bola nasional. Delapan pemain dari Macan Kemayoran resmi masuk dalam daftar 44 pemain yang dipanggil ke pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia (Timnas) untuk agenda FIFA Matchday Juni 2026. Empat di antaranya—Dony Tri Pamungkas, Rizky Ridho, Rayhan Hannan, dan Witan Sulaeman—dianggap sebagai bintang yang paling menonjol, sementara eks‑pelatih Mauricio Souza menyampaikan pesan khusus untuk Eksel Runtukahu, salah satu pemain yang turut dipanggil.
Daftar Pemain Persija yang Dipanggil
- Dony Tri Pamungkas (gelandang)
- Fajar Fathurrahman (bek)
- Rizky Ridho (bek)
- Jordi Amat (bek)
- Rayhan Hannan (gelandang)
- Witan Sulaeman (penyerang)
- Eksel Runtukahu (gelandang)
- Mauro Zijlstra (bek)
Seluruh pemanggilan dilakukan oleh pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang akan menyeleksi 23 pemain final untuk menghadapi Oman pada 5 Juni 2026 dan Mozambik pada 9 Juni 2026. Kedua laga dijadwalkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, menjanjikan sorotan besar bagi para pemain Persija yang ingin menambah pengalaman internasional.
Reaksi Mauricio Souza
Meskipun pada akhir Mei 2026 Mauricio Souza resmi mengakhiri kerjasama dengan Persija—kontraknya tidak diperpanjang karena target klub tidak tercapai—pelatih asal Brasil tetap menyatakan kebanggaan yang mendalam atas kontribusi pemainnya. “Saya sangat bahagia kami dapat menyumbang delapan pemain ke Timnas. Mereka semua layak mendapatkan panggilan ini,” ujar Souza dalam konferensi pers sebelum pemusatan latihan.
Selain kebanggaan umum, Souza menyoroti satu nama secara khusus: Eksel Runtukahu. “Eksel, kamu memiliki potensi besar. Manfaatkan kesempatan ini sebaik‑baiknya dan jadilah bagian penting Timnas ke depan,” kata Souza, menambahkan harapan agar pemain muda tersebut terus berkembang dan menjadi andalan Garuda dalam kompetisi mendatang.
Kontribusi Persija di Piala Internasional
Keberadaan delapan pemain Persija di skuad Timnas mencerminkan kebijakan klub dalam mengembangkan talenta lokal. Selama musim 2025/2026, di bawah asuhan Souza, Persija mencatat rekor poin tertinggi dalam satu dekade terakhir—71 poin dari 22 kemenangan, 5 kali imbang, dan 7 kekalahan—meski tidak berhasil meraih gelar juara. Gaya permainan yang agresif, menekan tinggi, dan dominan menjadi ciri khas tim, memberikan alasan kuat mengapa banyak pemainnya dipilih untuk menambah kualitas Timnas.
Selain empat bintang utama, pemain lain seperti Fajar Fathurrahman, Jordi Amat, dan Mauro Zijlstra juga memiliki peluang untuk memperkuat lini pertahanan dan tengah Timnas. Kehadiran mereka di fase pemusatan latihan diharapkan dapat menambah kompetisi internal, memaksa John Herdman memilih formasi paling optimal untuk pertandingan melawan Oman dan Mozambik.
Harapan ke Depan
Jadwal FIFA Matchday menjadi ajang penting bagi para pemain Persija untuk membuktikan diri di level internasional. Jika berhasil tampil impresif, mereka tidak hanya memperkuat posisi masing‑masing di Timnas, tetapi juga meningkatkan citra Persija sebagai klub pembekal talenta utama bagi skuad Garuda.
Meski masa kepelatihan Souza di Persija berakhir, jejaknya tetap terasa melalui pemain‑pemain yang kini bersaing di panggung internasional. Pesan khususnya kepada Eksel Runtukahu menegaskan komitmen pribadi Souza untuk terus mendukung perkembangan pemain muda, terlepas dari perpisahan profesional.
Dengan persiapan yang intensif dan dukungan penuh dari pelatih serta manajemen Persija, harapan besar menanti para pemain yang akan menampilkan performa terbaik di depan ribuan penonton di Gelora Bung Karno, sekaligus mengukir sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.




