Frankenstein45.Com – 27 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di ibu kota provinsi, Mamuju, pada Selasa. Kegiatan ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan makanan menjelang perayaan Idul Adha, sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
GPM diprakarsai oleh Gubernur Sulawesi Barat bersama Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, serta perwakilan pedagang, petani, dan produsen lokal. Fokus utama gerakan ini adalah mengoptimalkan rantai pasok beras, daging, sayur, dan buah-buahan sehingga konsumen dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
- Pengawasan ketat atas harga jual eceran oleh Dinas Perdagangan.
- Penyediaan stok pangan strategis di gudang daerah.
- Pemberian insentif bagi petani dan peternak yang menurunkan harga jual ke pasar.
- Penguatan distribusi melalui jaringan transportasi publik dan logistik daerah.
Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan paket bantuan sosial berupa sembako bagi keluarga kurang mampu yang berpartisipasi dalam ibadah Idul Adha. Paket tersebut mencakup beras, minyak goreng, gula, dan daging sapi dengan harga subsidi.
Gubernur Sulawesi Barat menyatakan, “Dengan Gerakan Pangan Murah, kami ingin memastikan setiap warga dapat merayakan Idul Adha tanpa beban ekonomi yang berlebihan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan pasar yang adil.”
Para pedagang pasar tradisional di Mamuju menyambut baik inisiatif tersebut. Salah satu pedagang, Budi, mengaku, “Kami siap menurunkan margin keuntungan demi kepuasan konsumen, terutama pada hari raya.”
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan stabilitas harga pangan dapat terjaga, mengurangi potensi kepanikan konsumen, dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup di seluruh wilayah Sulawesi Barat menjelang Idul Adha.




