Frankenstein45.Com – 28 April 2026 | Badan SAR Nasional (Basarnas) menurunkan 14 personel tambahan untuk membantu proses evakuasi lima korban yang masih terperangkap setelah terjadi tabrakan kereta api di wilayah Jawa Timur pada pagi hari. Penambahan personel ini merupakan respon cepat atas permintaan dari pihak kepolisian dan Kementerian Perhubungan yang mengindikasikan kebutuhan tenaga penyelamat tambahan.
Tabrakan tersebut melibatkan dua kereta penumpang yang berangkat dari Stasiun A menuju Stasiun B. Sebuah kerusakan pada rel menyebabkan kedua rangkaian meluncur ke arah yang berlawanan dan menabrak satu sama lain. Akibatnya, beberapa gerbong mengalami kerusakan struktural, menimbulkan puing-puing yang menghambat upaya evakuasi awal.
Berikut langkah-langkah yang diambil Basarnas dalam operasi evakuasi ini:
- Penempatan 14 personel tambahan di lokasi kejadian, meliputi tim medis, penyelamat, dan teknisi pemotongan logam.
- Penggunaan alat pemotong hidrolik dan peralatan pemindahan puing untuk membuka akses ke gerbong yang terperangkap.
- Koordinasi dengan tim ambulans dan rumah sakit setempat untuk penanganan korban luka ringan hingga berat.
- Pengawasan terus-menerus terhadap kondisi struktural gerbong guna mencegah risiko runtuh selanjutnya.
Saat ini, tiga korban telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat. Dua korban lainnya masih berada dalam proses penanganan, namun diperkirakan akan dapat dievakuasi dalam beberapa jam ke depan berkat penambahan tenaga dan peralatan.
Pihak Basarnas menyatakan komitmen untuk menyelesaikan evakuasi dengan secepat mungkin serta memberikan dukungan psikologis kepada korban dan keluarga. Selain itu, tim penyelamat terus memantau perkembangan situasi untuk mengantisipasi potensi bahaya lain yang mungkin timbul.




