Film Musikal Batak 'Pulang Kampung' Siap Syuting 21 Hari di Samosir, Benam Budaya dan Bintang Pop Nasional
Film Musikal Batak 'Pulang Kampung' Siap Syuting 21 Hari di Samosir, Benam Budaya dan Bintang Pop Nasional

Film Musikal Batak ‘Pulang Kampung’ Siap Syuting 21 Hari di Samosir, Benam Budaya dan Bintang Pop Nasional

Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Jakarta, CNN Indonesia – Sutradara muda berbakat Bene Dion Rajagukguk kembali menyiapkan proyek film besar setelah sukses menggarap Agak Laen 2. Film musikal keluarga berjudul Pulang Kampung dijadwalkan memulai pengambilan gambar pada 23 April 2026 dengan fokus utama di Pulau Samosir, Sumatera Utara. Produksi yang dipimpin oleh rumah produksi Imajinari ini diprediksi akan menempuh total 26 hari, di mana lima hari pertama dihabiskan di Jakarta dan sisanya, 21 hari, dilaksanakan di lokasi eksotis Samosir.

Lokasi Syuting Menyoroti Keindahan Alam Sumatera Utara

Dipa Andika, produser film, menjelaskan bahwa mayoritas adegan akan menonjolkan panorama alam Samosir yang masih asri. “Kami akan syuting kurang lebih 90 persen di daerah Samosir dan sekitarnya,” ungkapnya dalam konferensi pers di Pasar Minggu, Jumat (17/4). Dengan latar belakang danau berwarna biru kehijauan serta pegunungan yang menakjubkan, film ini diharapkan menjadi jendela visual bagi penonton Indonesia untuk lebih mengenal budaya Batak.

Kolaborasi Bintang Pop dan Talenta Idol

Film ini menjadi ajang kolaborasi antara penyanyi legendaris Judika dan dua bintang muda jebolan Indonesian Idol Season 13, Vanessa Simorangkir dan Axelo Nababan. Judika, yang akan beradu akting dengan kedua pendatang baru, menyatakan antusiasnya. “Kalau musikal Batak enggak ada Judika kayaknya kurang Batak dia, jadi harus diajak ya ketua,” ujarnya sambil tertawa. Sementara itu, Axelo Nababan memerankan Daniel, seorang pemuda Batak kelahiran Jakarta yang kembali ke kampung halaman untuk mencalonkan diri sebagai caleg. Vanessa Simorangkir berperan sebagai Uli, gadis lokal yang membuka mata Daniel pada kekayaan budaya Batak.

Teknis Produksi dan Tantangan Lokasi

Ernest Prakasa, yang juga berperan sebagai produser, mengungkap tantangan teknis dalam menemukan lokasi yang selaras dengan visi sutradara. “Perjalanan antarlokasi di daerah tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang dan menantang,” kata Ernest. Ia menambahkan bahwa faktor jalan dan cara mengemudi menjadi kendala tambahan, meski jarak tempuh hanya tiga sampai enam jam.

Visi Budaya dan Komersial

Menurut Ernest, pilihan tema Batak bukan sekadar memanfaatkan pasar niche, melainkan didasarkan pada kekuatan alur cerita yang diusung Bene Dion. “Kesuksesan film komersial tetap bergantung pada kualitas naskah, bukan hanya latar belakang budayanya,” tegasnya. Ia mencontohkan data penonton film Batak pada tahun 2025 yang menunjukkan bahwa tidak semua karya budaya otomatis meraih kesuksesan box office.

Sinopsis Singkat

Pulang Kampung mengisahkan perjalanan Daniel (Axelo Nababan) yang kembali ke kampung halaman ayahnya untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif. Di sana, ia bertemu dengan Uli (Vanessa Simorangkir), seorang gadis lokal yang membantu Daniel menyadari nilai-nilai budaya dan identitas Batak. Konflik politik, romansa, serta musik tradisional menjadi benang merah yang menyatukan narasi film ini.

Film dijadwalkan tayang di bioskop pada akhir tahun 2026, dengan harapan dapat menarik penonton lintas generasi. Produksi ini tidak hanya menjadi ajang bagi para aktor muda untuk menampilkan bakat mereka, tetapi juga menjadi upaya strategis untuk mengangkat citra budaya Batak ke panggung nasional.

Dengan tim produksi yang berpengalaman, lokasi syuting yang memukau, serta kombinasi bintang pop dan talenta muda, Pulang Kampung berpotensi menjadi salah satu film musikal paling berkesan dalam sejarah perfilman Indonesia.