Frankenstein45.Com – 07 Mei 2026 | Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengungkapkan bahwa sekitar 38.732 anak usia sekolah tersebar di empat kabupaten belum mengenyam pendidikan formal. Angka ini menandakan tantangan signifikan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan partisipasi pendidikan.
Empat kabupaten yang teridentifikasi meliputi Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Yahukimo. Pemerintah belum merilis rincian jumlah anak yang tidak sekolah per kabupaten, namun total keseluruhan tetap sama.
Beberapa faktor penyebab tingginya angka putus sekolah antara lain:
- Keterbatasan akses transportasi di wilayah terpencil.
- Kurangnya sarana dan prasarana sekolah yang memadai.
- Biaya pendidikan dan kebutuhan hidup yang tinggi bagi keluarga.
- Kurangnya tenaga pengajar yang bersertifikat.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Gubernur Safanpo menyatakan komitmen pemerintah provinsi dengan langkah-langkah berikut:
- Peningkatan pembangunan fasilitas sekolah baru di daerah yang belum terlayani.
- Pemberian beasiswa dan bantuan transportasi bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah.
- Pelatihan dan rekrutmen guru lokal untuk mengisi kekurangan tenaga pengajar.
- Kolaborasi dengan lembaga non‑pemerintah untuk program pendidikan alternatif.
Upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka anak tidak sekolah secara signifikan dalam jangka menengah hingga panjang, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Selatan.




