Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Dalam sebuah pernyataan yang diangkat pada acara forum kebijakan nasional, seorang Guru Besar Universitas Padjadjaran (UPI) menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan Program Masyarakat Berbasis Gotong Royong (MBG). Menurutnya, potensi program ini sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat solidaritas sosial, asalkan dikelola dengan manajemen yang terbuka dan akuntabel.
Guru Besar tersebut menyoroti bahwa selama ini, implementasi program MBG masih menghadapi tantangan berupa birokrasi yang berbelit, kurangnya akses informasi bagi masyarakat, serta ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan. Ia menegaskan bahwa transparansi bukan sekadar menampilkan data, melainkan memastikan setiap langkah pengambilan keputusan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Berikut beberapa rekomendasi utama yang disampaikan:
- Penguatan Sistem Pelaporan: Membuat platform daring yang memuat laporan keuangan, progres kegiatan, serta evaluasi tahunan yang dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan.
- Prioritas Kelompok Rentan: Memastikan bantuan dan intervensi program MBG difokuskan pada keluarga berpendapatan rendah, daerah terpencil, dan kelompok marginal lainnya agar hasilnya tepat sasaran.
- Pengawasan Independen: Melibatkan lembaga non‑pemerintah atau auditor eksternal dalam proses audit untuk meningkatkan kredibilitas data.
- Peningkatan Kapasitas Manajer Lokal: Menyelenggarakan pelatihan manajemen proyek, pengelolaan anggaran, dan penggunaan teknologi informasi bagi pejabat daerah yang bertanggung jawab.
- Partisipasi Masyarakat: Mengundang warga setempat dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program melalui forum konsultasi terbuka.
Guru Besar tersebut juga menekankan peran Badan Gubernur Nasional (BGN) sebagai koordinator utama. Ia meminta BGN untuk menempatkan kelompok rentan sebagai prioritas utama dalam penetapan sasaran, sehingga alokasi sumber daya dapat lebih tepat dan efisien.
Jika rekomendasi ini diimplementasikan, diharapkan program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menciptakan model pengelolaan publik yang dapat dijadikan contoh bagi program serupa di provinsi lain.




