Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Kopral Rico Pramudia, prajurit TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Kontingen Garuda di zona operasi Pasukan Keamanan PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan, resmi dinyatakan meninggal dunia pada 26 April 2024 setelah menjalani perawatan intensif selama hampir sebulan.
Rico mengalami luka berat pada 28 Maret 2024 ketika terjadi ledakan akibat serangan artileri Israel yang menargetkan wilayah perbatasan antara Israel dan Lebanon. Ledakan tersebut menewaskan serta melukai sejumlah personel militer dan sipil, termasuk Rico yang kemudian dilarikan ke rumah sakit militer di Beirut untuk perawatan awal.
Setelah kondisi stabil, Rico dipindahkan ke Indonesia melalui penerbangan medis pada 5 April 2024 dan dirawat di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, dengan dukungan tim dokter spesialis trauma militer. Selama masa perawatan, ia berada dalam kondisi kritis, memerlukan ventilator dan perawatan suportif.
- 28 Maret 2024 – Ledakan di perbatasan Lebanon Selatan, Rico terluka parah.
- 29 Maret 2024 – Evakuasi ke rumah sakit militer di Beirut.
- 5 April 2024 – Penerbangan medis kembali ke Indonesia.
- 6-25 April 2024 – Perawatan intensif di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo.
- 26 April 2024 – Meninggal dunia setelah hampir sebulan berada dalam kondisi kritis.
Kepergian Rico menimbulkan duka mendalam di kalangan keluarga, rekan sejawat, serta pejabat tinggi negara. Presiden Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa melalui pesan resmi, menekankan pengorbanan prajurit TNI yang berjuang melindungi perdamaian internasional. Menteri Pertahanan juga menyampaikan rasa hormat dan mengutuk tindakan serangan yang menimbulkan korban sipil dan militer.
Dalam upacara pemakaman militer yang dilaksanakan pada 28 April 2024, keluarga Rico mendapat penghormatan penuh dari TNI, termasuk pengibaran bendera setengah tiang dan pelantikan penghormatan militer. Pemerintah berjanji akan terus memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban serta meningkatkan prosedur evakuasi dan perawatan bagi prajurit yang berada di zona konflik.
Kejadian ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi prajurit Garuda dalam misi perdamaian di wilayah yang terus bergejolak. UNIFIL, yang didirikan untuk menstabilkan perbatasan Lebanon-Israel, terus berupaya mengurangi ketegangan, namun insiden serangan seperti ini menunjukkan betapa rentannya situasi di lapangan.
Rico Pramudia meninggalkan istri dan dua orang anak. Keluarga berharap agar pengorbanannya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengabdi kepada negara dengan semangat patriotisme yang tinggi.




