Frankenstein45.Com – 04 Juli 2026 | Hasil investigasi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan adanya sejumlah kelemahan dalam sistem pengamanan di fasilitas kesehatan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) tempat Dokter Icha bertugas di Nusa Tenggara Timur (NTT). Temuan ini muncul setelah insiden intimidasi yang terjadi di IGD tersebut.
Kemenkes mencatat bahwa saat insiden berlangsung, peran petugas keamanan sangat minim, sehingga membuat situasi di dalam IGD tidak terkendali. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan tenaga medis dan pasien di rumah sakit.
Beberapa poin penting dari hasil investigasi tersebut meliputi:
- Kekurangan jumlah petugas keamanan yang bertugas di IGD.
- Kurangnya pelatihan bagi petugas keamanan dalam menangani situasi darurat.
- Protokol pengamanan yang tidak diikuti dengan baik.
Kemenkes juga merekomendasikan agar rumah sakit meningkatkan jumlah petugas keamanan dan melakukan pelatihan rutin bagi mereka untuk menangani potensi kekacauan di IGD. Selain itu, penguatan protokol pengamanan menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan mengingatkan semua pihak akan pentingnya pengamanan yang memadai di fasilitas kesehatan, terutama di area yang berisiko tinggi seperti IGD.




