Frankenstein45.Com – 19 Juni 2026 | Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh Mohammad Raad, ketua blok parlemen Hizbullah, kelompok militan Lebanon menegaskan bahwa Israel diberikan batas waktu enam puluh hari untuk menyelesaikan penarikan pasukannya dari wilayah Lebanon. Raad menekankan bahwa batas waktu tersebut merupakan peringatan tegas untuk menghindari eskalasi konflik lebih lanjut.
Selain itu, Raad menyerukan kepada otoritas Lebanon untuk menelaah secara cermat dan objektif kesepakatan yang baru-baru ini ditandatangani antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, pemahaman yang mendalam terhadap isi perjanjian tersebut penting demi menjaga kestabilan keamanan regional dan menghindari intervensi eksternal yang dapat memperburuk situasi.
Hizbullah menegaskan kesiapan mereka untuk melindungi kedaulatan Lebanon dan menolak segala bentuk pelanggaran wilayah. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan utara antara kedua negara, di mana kedua belah pihak saling menuduh melakukan provokasi militer.
Para pengamat geopolitik memperkirakan bahwa jika Israel tidak menuruti permintaan penarikan dalam jangka waktu yang ditetapkan, kemungkinan besar akan terjadi konfrontasi militer yang lebih intens, yang dapat melibatkan pihak ketiga dan memperluas dampak konflik ke wilayah sekitarnya.




