Frankenstein45.Com – 16 April 2026 | Himpunan Mahasiswa Teknik (HMT) ITB baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah sebuah rekaman video memperlihatkan anggotanya menyanyikan lagu \”Erika\” secara berkelompok dalam sebuah acara kampus. Video tersebut cepat tersebar di media sosial dan memicu protes karena dianggap tidak sensitif mengingat konteks tragedi yang terkait dengan lagu tersebut.
Menanggapi gelombang kritik, pengurus HMT ITB mengeluarkan pernyataan resmi yang berisi permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa terganggu. Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa tindakan menyanyikan lagu itu tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapa pun, melainkan sekadar bagian dari hiburan acara.
Selain permohonan maaf, HMT ITB juga berjanji untuk menghapus semua konten video yang beredar di platform digital. Berikut langkah-langkah yang dijanjikan:
- Menghapus video asli dari kanal resmi HMT ITB.
- Meminta kepada pihak yang mengunggah video di media sosial untuk segera menghapusnya.
- Menyampaikan permintaan maaf tertulis kepada korban dan keluarga yang terdampak.
- Menjalin dialog dengan pihak kampus untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Pengurus juga menambahkan bahwa mereka akan mengadakan sosialisasi mengenai sensitivitas konten budaya dan sosial kepada seluruh anggota HMT ITB. Diharapkan langkah ini dapat memperkuat kesadaran dan mencegah terulangnya insiden serupa.
Kasus ini menjadi contoh bagaimana dinamika digital dapat memperbesar dampak sebuah tindakan sederhana menjadi kontroversi nasional, sekaligus mengingatkan organisasi mahasiswa untuk lebih berhati-hati dalam menampilkan konten publik.







