Frankenstein45.Com – 05 Juni 2026 | Tim peneliti dari China berhasil menciptakan varietas jagung dengan kandungan protein yang jauh lebih tinggi dibandingkan jagung konvensional, membuka peluang baru untuk meningkatkan efisiensi pakan ternak.
Penelitian ini berfokus pada identifikasi dua gen utama yang mengatur akumulasi protein dalam biji jagung. Setelah melalui analisis genetik dan uji coba laboratorium, para ilmuwan berhasil memodifikasi ekspresi gen‑gen tersebut sehingga menghasilkan jagung dengan kadar protein mencapai hampir dua kali lipat dari standar pasar.
Berikut ini adalah poin‑poin penting dari temuan tersebut:
- Gen target: Dua gen yang terlibat dalam sintesis asam amino esensial.
- Metode: Penyuntingan gen menggunakan teknik CRISPR‑Cas9 untuk meningkatkan ekspresi gen protein.
- Hasil: Peningkatan kadar protein sebesar 90‑120% tanpa mengorbankan hasil panen.
- Manfaat: Mengurangi kebutuhan akan tambahan protein sintetis dalam pakan ternak, menurunkan biaya produksi peternakan.
Dengan kandungan protein yang lebih tinggi, jagung ini dapat menggantikan sebagian besar bahan baku protein yang biasanya diimpor, seperti kedelai, sehingga memperkecil ketergantungan pada pasar internasional. Hal ini berpotensi menurunkan biaya pakan dan meningkatkan profitabilitas peternak, terutama di negara‑negara berkembang.
Namun, para ahli memperingatkan bahwa penerapan skala besar masih memerlukan evaluasi lebih lanjut, termasuk uji keamanan pangan, dampak lingkungan, serta regulasi bioteknologi di masing‑masing negara.
Ke depan, tim peneliti berencana melakukan uji lapangan pada lahan pertanian komersial serta mengembangkan varian yang tahan terhadap kondisi iklim ekstrim, sehingga teknologi ini dapat diadopsi secara luas.




