Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan pada Senin, 15 Juni 2026, bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat telah selesai difinalisasi dan siap ditandatangani dalam waktu dekat. MoU tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz bagi semua kapal komersial serta pencabutan blokade maritim yang telah diberlakukan selama beberapa tahun.
Kesepakatan ini muncul setelah serangkaian perundingan intensif yang diprakarsai oleh kedutaan Washington di Teheran dan didukung oleh mediator internasional. Kedua pihak menegaskan bahwa tujuan utama MoU adalah memastikan keamanan jalur pelayaran strategis, mengurangi ketegangan regional, serta menstabilkan pasar energi global.
Berikut poin-poin utama yang termuat dalam MoU:
| Poin | Rincian |
|---|---|
| 1. Pembukaan Selat Hormuz | Semua kapal, termasuk tanker minyak dan barang, diizinkan melintasi selat tanpa batasan militer. |
| 2. Penghapusan blokade | Setiap operasi penangkapan atau inspeksi kapal oleh angkatan laut Iran atau AS dihentikan. |
| 3. Mekanisme verifikasi | Tim gabungan akan melakukan inspeksi rutin setiap tiga bulan untuk memastikan kepatuhan. |
| 4. Sanksi ekonomi | Peninjauan kembali sanksi terkait sektor energi, dengan harapan mempercepat pemulihan ekonomi Iran. |
Reaksi internasional beragam. Negara-negara produsen minyak utama, seperti Arab Saudi dan Rusia, menyambut baik langkah tersebut karena diperkirakan akan menurunkan volatilitas harga minyak. Sebaliknya, beberapa kelompok hak asasi manusia mengkritik kurangnya transparansi dalam mekanisme verifikasi.
Para analis pasar memperkirakan bahwa pembukaan Selat Hormuz dapat menurunkan harga minyak mentah global sebesar 2–3 persen dalam enam bulan pertama, mengingat selat tersebut menyumbang sekitar 20 persen volume perdagangan minyak dunia.
Langkah selanjutnya adalah penandatanganan resmi MoU yang direncanakan pada pertemuan bilateral di Washington pada akhir Juni 2026, diikuti dengan pelaksanaan fase pertama pembukaan jalur pelayaran dalam tiga bulan pertama.




