Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengumumkan program pembebasan biaya sekolah swasta bagi siswa yang tidak mampu secara finansial. Kebijakan ini diluncurkan pada awal tahun ajaran baru dan ditujukan untuk menurunkan angka putus sekolah yang terus meningkat.
Program tersebut mencakup ribuan siswa dari berbagai jenjang, mulai dari taman kanak-kanak hingga SMA. Pendanaan diambil dari anggaran DKI yang dialokasikan khusus untuk pendidikan inklusif, dengan total anggaran mencapai Rp 500 miliar untuk tahun fiskal 2024/2025.
Berikut adalah rincian utama program:
- Target penerima manfaat: 45.000 siswa dari 120 sekolah swasta di seluruh wilayah Jakarta.
- Besaran bantuan: 100% biaya SPP, seragam, buku pelajaran, dan perlengkapan belajar.
- Durasi: Selama satu tahun ajaran, dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi kinerja dan kebutuhan.
- Syarat utama: Keluarga harus masuk dalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau memiliki pendapatan per kapita di bawah Rp 2,5 juta per bulan.
Untuk memudahkan proses pendaftaran, DKI Jakarta menyiapkan portal daring yang terintegrasi dengan data kependudukan. Sekolah swasta yang berpartisipasi wajib mengirimkan daftar calon siswa yang memenuhi kriteria, kemudian Dinas Pendidikan DKI akan melakukan verifikasi silang dengan data sosial.
Reaksi masyarakat beragam. Banyak orang tua menyambut baik kebijakan ini sebagai solusi atas beban biaya pendidikan yang tinggi, sementara beberapa pihak menilai bahwa dukungan pemerintah masih belum mencakup semua kebutuhan pendidikan, terutama di daerah dengan konsentrasi sekolah swasta yang tinggi.
Pemerintah DKI menegaskan bahwa program ini bersifat sementara hingga kebijakan pembiayaan pendidikan nasional dapat mengakomodasi semua lapisan masyarakat. Evaluasi tahunan akan dilakukan untuk menilai dampak program terhadap angka partisipasi pendidikan dan tingkat kelulusan.




