Frankenstein45.Com – 21 Mei 2026 | Tim mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) berhasil meraih Juara 2 pada ajang kompetisi teknologi tingkat nasional UNUGIRI. Kemenangan ini diraih berkat inovasi AI chatbot yang dirancang khusus untuk mendukung kesehatan mental dengan pendekatan Behaviour Therapy dan nilai-nilai spiritualitas lokal.
UNUGIRI (Universitas Ganesha International Research Innovation) merupakan kompetisi tahunan yang menguji kemampuan inovatif mahasiswa dalam bidang teknologi, penelitian, dan pengembangan aplikasi. Pada edisi tahun ini, lebih dari 200 tim dari seluruh Indonesia bersaing dalam beberapa kategori, termasuk pengembangan aplikasi kesehatan.
| Kategori | Juara 1 | Juara 2 | Juara 3 |
|---|---|---|---|
| AI Chatbot Kesehatan Mental | Tim A (Universitas X) | Tim UNUSA | Tim C (Universitas Y) |
Chatbot yang dikembangkan UNUSA mengintegrasikan teknik Behaviour Therapy—sebuah metode psikologis yang menekankan perubahan perilaku melalui interaksi yang terstruktur—dengan elemen spiritualitas yang relevan bagi budaya Indonesia, seperti nilai kebersamaan, tawakal, dan doa. Tujuannya adalah memberikan dukungan emosional yang tidak hanya berbasis ilmu pengetahuan, tetapi juga terasa dekat dengan pengguna.
- Fitur utama:
- Dialog interaktif yang menyesuaikan respons berdasarkan mood pengguna.
- Latihan relaksasi dan afirmasi berbasis ajaran spiritual.
- Tracking kemajuan kesehatan mental harian.
- Rekomendasi aktivitas positif yang selaras dengan nilai budaya.
- Teknologi yang dipakai: Natural Language Processing (NLP) berbasis model bahasa terbuka, integrasi API untuk layanan kesehatan, serta database lokal yang berisi konten spiritual.
- Manfaat bagi pengguna: Meningkatkan kesadaran diri, mengurangi stres, serta memberikan alternatif dukungan mental yang mudah diakses melalui smartphone.
Ketua tim, Rina Andriani, menyatakan, “Kami ingin menciptakan solusi yang dapat menjembatani ilmu psikologi modern dengan kearifan lokal. Dengan menggabungkan Behaviour Therapy dan nilai spiritual, kami berharap chatbot ini dapat menjadi sahabat digital yang memberi rasa tenang bagi banyak orang.”
Selain mendapatkan penghargaan, tim UNUSA juga memperoleh pendanaan awal dari pihak sponsor untuk mengembangkan aplikasi lebih lanjut, termasuk penambahan modul edukasi kesehatan mental bagi pelajar dan pekerja.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk mengembangkan teknologi yang bersifat inklusif dan berbasis nilai budaya, serta memperkuat peran akademik dalam memecahkan masalah sosial di Indonesia.







