Kebakaran Gudah Gas Elpiji di Cimuning, Bekasi: 4 Meninggal, 6 Korban Luka Bakar Dirawat di RS
Kebakaran Gudah Gas Elpiji di Cimuning, Bekasi: 4 Meninggal, 6 Korban Luka Bakar Dirawat di RS

Kebakaran Gudah Gas Elpiji di Cimuning, Bekasi: 4 Meninggal, 6 Korban Luka Bakar Dirawat di RS

Frankenstein45.Com – 09 April 2026 | Pada malam Rabu (1/4/2026) terjadi ledakan besar di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita, yang terletak di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Ledakan tersebut memicu kebakaran hebat yang meluas ke area sekitar gudang gas, menimbulkan korban jiwa dan puluhan korban luka bakar.

Rincian Kronologi Kejadian

Menurut keterangan saksi mata, terdengar suara dentuman keras di sekitar pukul 22.30 WIB, diikuti asap tebal dan api yang menjalar cepat. Tim pemadam kebakaran Kota Bekasi tiba di lokasi pada dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, dan berhasil memadamkan sisa api setelah melakukan pendinginan intensif.

Korban Jiwa dan Luka Bakar

Hingga kini, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai empat orang. Dua di antaranya adalah petugas keamanan SPBE, Suyadi (62 tahun) dan Jaimun (61 tahun), yang mengalami luka bakar parah lebih dari 90 persen dan menghembuskan napas terakhir pada 5 dan 6 April 2026. Dua korban berikutnya merupakan kakak‑adik pelajar SMK Negeri 15 Kota Bekasi, yaitu Sapta Prihantono, siswa kelas X jurusan teknik mesin, dan adiknya, Aulia Putri Budiasti, alumni yang sama. Sapta meninggal pada 7 April 2026 setelah dirawat di RS Citra Arafiq Bantargebang dan dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo, sementara Aulia menghembuskan napas pada 9 April 2026 di RSUD Kabupaten Bekasi.

Selain empat korban meninggal, total 22 orang mengalami luka bakar. Dari jumlah tersebut, enam korban masih dirawat di rumah sakit dengan tingkat luka bakar antara 63 hingga 92 persen. Empat korban lainnya telah dipindahkan ke fasilitas perawatan lanjutan atau masih dalam proses rehabilitasi.

  • Sapta Prihantono – luka bakar 63%, meninggal pada 7 April 2026.
  • Aulia Putri Budiasti – luka bakar parah, meninggal pada 9 April 2026.
  • Suyadi – luka bakar 92%, meninggal pada 5 April 2026.
  • Jaimun – luka bakar 97%, meninggal pada 6 April 2026.
  • Empat korban luka bakar ringan hingga sedang, masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi dan RS Citra Arafiq.

Respons Pihak Berwenang

Polisi setempat telah membentuk satuan tugas khusus untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, mengonfirmasi identitas korban dan menegaskan bahwa proses investigasi masih berlangsung.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyatakan pemerintah kota akan memanggil manajemen PT Indogas Andalan Kita serta Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat Bagian Barat (JBB) untuk membahas standar keselamatan, prosedur K3, dan tanggung jawab hukum atas insiden ini. Ia menambahkan bahwa evaluasi terhadap seluruh empat SPBE yang beroperasi di Bekasi sedang dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.

Pernyataan Pertamina dan Tindakan Lanjutan

Pertamina Patra Niaga Regional JBB mengeluarkan permohonan maaf resmi atas insiden tersebut. Susanto August Satria, Area Manager Communications, Relations & CSR Regional JBB, menjelaskan bahwa pasokan LPG ke masyarakat tetap terjaga dan perusahaan tengah berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran serta aparat terkait untuk penanganan pasca‑kejadian.

Investigasi awal menunjukkan kemungkinan kebocoran gas yang tersulut korsleting listrik sebagai pemicu ledakan. Tim teknis sedang melakukan analisis lebih mendalam, termasuk pemeriksaan instalasi listrik, sistem deteksi kebocoran, serta prosedur evakuasi yang diterapkan di lokasi.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Selain korban jiwa dan luka bakar, kebakaran tersebut memengaruhi sekitar 39 kepala keluarga (KK) di sekitarnya. Awalnya tercatat 47 KK, namun setelah verifikasi menjadi 39 KK, terdiri atas 35 KK warga Bekasi dan 4 KK warga luar kota. Banyak warga melaporkan bau gas dan asap yang mengganggu kesehatan serta menimbulkan kekhawatiran akan potensi kebocoran lanjutan.

Petugas pemadam kebakaran dan tim medis terus melakukan pemantauan terhadap kualitas udara serta menyediakan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak. Pemerintah kota berkomitmen untuk menyediakan bantuan psikologis bagi keluarga korban dan menyediakan subsidi perawatan medis bagi para korban luka bakar.

Kesimpulan

Insiden kebakaran gudang gas elpiji di Cimuning, Bekasi, menimbulkan duka mendalam dengan empat nyawa melayang dan enam orang masih berjuang melawan luka bakar berat. Penyelidikan resmi masih berjalan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan, sementara otoritas lokal dan perusahaan terkait berupaya memperbaiki standar keselamatan dan memberikan bantuan kepada korban serta masyarakat sekitar. Upaya preventif dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh fasilitas SPBE di Bekasi menjadi agenda utama guna mencegah tragedi serupa di masa mendatang.