Frankenstein45.Com – 04 Juli 2026 | Kematian dokter Icha masih menjadi perhatian publik. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan investigasi terkait kematian dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil investigasi menunjukkan bahwa ada kelemahan sistem pengamanan di fasilitas kesehatan tempat dokter Icha bertugas.
Investigasi Kemenkes
Dirjen Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, mengatakan bahwa investigasi telah dilakukan terhadap rangkaian peristiwa di dua fasilitas kesehatan, yakni RSUD Kefamenanu dan RS Leona, tempat dugaan intimidasi terjadi. Yuli menegaskan bahwa IGD merupakan ruang penyelamatan nyawa yang membutuhkan konsentrasi penuh dari tenaga medis.
Menurut Yuli, hasil investigasi menunjukkan bahwa petugas keamanan rumah sakit dinilai tidak menjalankan fungsi pengamanan, sehingga membiarkan tiga orang yang diduga melakukan intimidasi masuk ke ruang IGD. Yuli menambahkan bahwa Kemenkes menemukan sejumlah pelanggaran dalam pengamanan di RS Leona.
Temuan Investigasi
Hasil investigasi juga menemukan tiga hal penting, yaitu prosedur pemberian serum anti bisa ular, adanya intimidasi di IGD RS Leona, dan lemahnya koordinasi investigasi antar pihak terkait. Yuli menegaskan bahwa perlindungan tenaga kesehatan dan tenaga medis sudah diatur secara jelas dalam UU Kesehatan berserta peraturan turunannya.
UU Kesehatan menegaskan bahwa tenaga medis berhak menghentikan layanan jika mengalami intimidasi atau perlakuan yang melanggar harkat, martabat, moral, kesusilaan, maupun nilai sosial budaya. Kemenkes mewajibkan rumah sakit membuat SOP pengamanan di IGD serta mengingatkan bahwa kekerasan terhadap tenaga medis dapat dipidana sebagai penganiayaan atau perbuatan tidak menyenangkan.
Laporan ke Polisi
Pihak keluarga dokter Icha telah melaporkan empat orang ke Markas Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk seorang dokter hewan yang diduga turut berada di lokasi kejadian. Kuasa hukum keluarga korban, Victor Manbait, membeberkan alasan dan angle mengapa dokter hewan tersebut ikut terseret dan dilaporkan bersama tiga anggota DPRD Kabupaten TTU lainnya.
Victor menambahkan bahwa dokter hewan tersebut diduga turut berada di IGD dan ikut memaksakan kehendak di situ. Bahkan, sempat mengatakan, ‘Saya saja bisa mengambil serum di puskesmas dan ada keluarga yang sakit bisa disuntikkan’. Ucapan bernada intimidasi verbal tersebut membuat kondisi psikologis dokter Icha semakin tertekan.
Kemenkes telah memaparkan hasil investigasi kasus meninggalnya dokter Icha yang kini masuk tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, mengatakan bahwa kasus ini diserahkan kepada kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Yuli menambahkan bahwa investigasi ini merupakan gabungan dari tim Kementerian Kesehatan, tim Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten NTT, dan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI). Menyangkut tiga hal, yaitu pendampingan terhadap korban, koordinasi dengan stakeholder, dan memastikan proses berjalan lancar.
Kesimpulan
Kematian dokter Icha masih menjadi perhatian publik. Hasil investigasi Kemenkes menunjukkan bahwa ada kelemahan sistem pengamanan di fasilitas kesehatan tempat dokter Icha bertugas. Kemenkes menemukan sejumlah pelanggaran dalam pengamanan di RS Leona dan menegaskan bahwa perlindungan tenaga kesehatan dan tenaga medis sudah diatur secara jelas dalam UU Kesehatan berserta peraturan turunannya.







