Frankenstein45.Com – 01 Juli 2026 | Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan serangkaian program kolaboratif dengan tenaga kesehatan bidan dan TNI untuk mendorong peningkatan partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana (KB).
Program ini menargetkan wilayah dengan tingkat partisipasi KB pria di bawah rata-rata nasional. Pendekatan yang diambil meliputi penyuluhan langsung di pos-pos militer, klinik bidan, serta kampanye edukatif berbasis media sosial internal TNI.
- Penyuluhan Tatap Muka: Tim bidan melakukan kunjungan rutin ke satuan-satuan militer, memberikan informasi tentang manfaat KB bagi kesehatan reproduksi pria dan pasangan.
- Pelatihan Petugas KB: Anggota TNI dilatih menjadi fasilitator KB, sehingga mereka dapat menyampaikan materi secara kredibel kepada rekan sejawat.
- Penyediaan Alat Kontrasepsi: Konseling dan distribusi alat kontrasepsi pria, seperti kondom dan vasektomi, disediakan secara gratis di pos-pos kesehatan militer.
Data awal menunjukkan kenaikan partisipasi pria sebesar 12% dalam tiga bulan pertama pelaksanaan program, dengan total 4.800 pria terdaftar sebagai peserta KB di unit-unit TNI yang terlibat.
Selain itu, Kemendukbangga berkoordinasi dengan organisasi profesi bidan untuk memperluas jangkauan layanan KB di daerah pedesaan, di mana akses informasi masih terbatas. Bidan diharapkan menjadi penggerak utama dalam mengubah persepsi tradisional bahwa KB hanya tanggung jawab wanita.
Direktur BKKBN, Dr. Ahmad Rizal, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral: “Keterlibatan TNI dan bidan memperkuat pesan bahwa KB adalah tanggung jawab bersama, bukan beban satu gender saja. Kami optimis target peningkatan kepesertaan pria dapat tercapai dalam jangka menengah.”
Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model bagi institusi lain, termasuk kepolisian dan lembaga pendidikan, untuk memperluas partisipasi pria dalam upaya menurunkan angka kelahiran yang tidak diinginkan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia.




