Frankenstein45.Com – 28 April 2026 | Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hari ini mengumumkan pembentukan tim khusus yang bertugas melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan keterlibatan taksi berlabel Green SM dalam kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada tanggal tertentu.
Insiden tersebut melibatkan sebuah kereta komuter yang menabrak taksi yang berada di jalur perlintasan, menimbulkan kerusakan pada gerbong pertama dan menewaskan dua penumpang serta melukai beberapa lainnya.
Tim penyelidikan terdiri atas pejabat senior Kemenhub, perwakilan Badan Keselamatan Transportasi, serta ahli forensik transportasi. Ketua tim, Direktur Pengawasan Transportasi Darat, menyatakan bahwa penyelidikan akan mencakup beberapa tahap penting:
- Pengumpulan bukti visual termasuk rekaman CCTV, foto, dan video dari lokasi kejadian.
- Wawancara saksi mata, termasuk penumpang kereta, pengemudi taksi, dan petugas stasiun.
- Analisis teknis terhadap kondisi kereta, rem, dan sistem peringatan otomatis.
- Pemeriksaan dokumen izin operasional taksi Green SM serta catatan pemeliharaan kendaraan.
- Penyusunan laporan akhir yang akan diserahkan kepada Kementerian dan dipublikasikan kepada publik.
Pihak Kemenhub menekankan bahwa tujuan utama penyelidikan adalah mengungkap penyebab utama kecelakaan serta menilai apakah terdapat kelalaian prosedural atau pelanggaran regulasi yang melibatkan Green SM. Hasil temuan diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan keselamatan di perlintasan jalur kereta api serta menindaklanjuti pihak yang terbukti melanggar.
Jika terbukti ada unsur kelalaian, Kemenhub siap menindaklanjuti dengan sanksi administratif, penarikan izin operasional, atau tindakan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.




