KEPP: Pembangunan SDM Papua Kunci Utama Keberhasilan Otonomi Khusus
KEPP: Pembangunan SDM Papua Kunci Utama Keberhasilan Otonomi Khusus

KEPP: Pembangunan SDM Papua Kunci Utama Keberhasilan Otonomi Khusus

Frankenstein45.Com – 29 Juni 2026 | Yanni, anggota Keluarga Eksekutif Pembangunan Papua (KEPP), menegaskan bahwa Otonomi Khusus (Otsus) harus dipandang sebagai instrumen krusial untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Papua secara menyeluruh. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, melainkan membentuk karakter dan kompetensi generasi muda yang akan menjadi penggerak utama pembangunan di masa depan.

Pembangunan SDM di Papua menghadapi beberapa tantangan, antara lain rendahnya akses pendidikan berkualitas, keterbatasan pelatihan vokasi, serta kurangnya layanan kesehatan yang memadai. Semua faktor tersebut memperlambat percepatan pertumbuhan ekonomi dan menghambat partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, KEPP mengusulkan beberapa langkah strategis:

  • Peningkatan akses pendidikan: Memperluas jaringan sekolah dasar hingga perguruan tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas kurikulum yang relevan dengan kebutuhan lokal.
  • Program pelatihan vokasi: Menyediakan kursus keahlian teknis yang selaras dengan industri regional, seperti pertambangan, pertanian, pariwisata, dan teknologi informasi.
  • Investasi dalam layanan kesehatan: Memperkuat fasilitas medis di daerah terpencil, serta melatih tenaga kesehatan lokal agar dapat memberikan layanan yang berkelanjutan.
  • Penguatan institusi lokal: Mendorong peran pemerintah daerah dan lembaga adat dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan SDM.
  • Kolaborasi sektor swasta: Mengundang perusahaan dan investor untuk berpartisipasi dalam program beasiswa, magang, serta penciptaan lapangan kerja bagi lulusan lokal.

Implementasi langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan generasi Papua yang lebih terdidik, terampil, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dengan SDM yang kuat, Otonomi Khusus dapat berfungsi optimal sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan di Papua.