Frankenstein45.Com – 04 Mei 2026 | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai bahwa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) telah memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan tingkat kemiskinan serta memperkuat perekonomian daerah.
Berikut beberapa dampak utama yang diidentifikasi:
- Penurunan kemiskinan: Tingkat kemiskinan di Jawa Timur turun dari 13,2% pada 2021 menjadi 10,7% pada akhir 2023.
- Peningkatan pendapatan rumah tangga: Rata‑rata pendapatan per kapita meningkat sekitar 8% setelah keluarga memperoleh hunian tetap.
- Penciptaan lapangan kerja: Proyek konstruksi dan pemeliharaan rumah menambah lebih dari 12.000 pekerjaan sementara dan tetap.
Data statistik lengkap dapat dilihat pada tabel berikut:
| Tahun | Rumah selesai | Penurunan kemiskinan (%) | Penciptaan lapangan kerja |
|---|---|---|---|
| 2022 | 55.000 | 12,5 | 4.300 |
| 2023 | 95.000 | 10,7 | 7.700 |
Khofifah menegaskan bahwa keberlanjutan program ini akan terus didukung melalui sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta sektor swasta. Ia menambahkan bahwa selain memperbaiki kondisi perumahan, BSPS juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan proyek.
Dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui kepemilikan rumah, diharapkan tingkat kemiskinan dapat terus menurun dan ekonomi Jawa Timur tetap berada pada jalur pertumbuhan yang positif.




