Kim Seon Ho Tuai Kritik Tajam di Drama 'Perfect Crown' dan Isu Pajak Kembali Mencuat
Kim Seon Ho Tuai Kritik Tajam di Drama 'Perfect Crown' dan Isu Pajak Kembali Mencuat

Kim Seon Ho Tuai Kritik Tajam di Drama ‘Perfect Crown’ dan Isu Pajak Kembali Mencuat

Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Drama sejarah MBC berjudul Perfect Crown yang menampilkan IU dan Byeon Woo Seok berhasil mencetak rating penonton tinggi, namun tak lepas dari sorotan kritis yang keras. Di balik kesuksesan angka, sutradara dan produser utama Kim Seon Ho kini menjadi sasaran utama kritikus, sekaligus harus menghadapi rumor pajak yang kembali mengemuka.

Kritik Tajam dari Kritikus Meski Populer

Kolumnis Jung Seok-hee, yang mengelola kanal YouTube Jung Seok-hee TV Criticism, mengungkapkan kekecewaannya setelah menonton episode pertama dan kedua. Menurutnya, kualitas artistik Perfect Crown jauh di bawah ekspektasi, bahkan tidak layak dipertimbangkan untuk Baeksang Arts Awards. Ia menyoroti beberapa poin utama:

  • Akting IU dan Byeon Woo Seok tidak memenuhi harapan penonton yang terbiasa dengan standar MBC.
  • Desain set dan estetika visual dinilai kurang menonjol, jauh dari warisan visual drama sejarah MBC yang biasanya memukau.
  • Penggunaan sutradara Park Joon-hwa dipertanyakan karena latar belakangnya di CJ ENM, sehingga dianggap kurang mengoptimalkan ciri khas visual MBC.
  • Plot terkesan berfokus pada dua karakter utama demi pasar luar negeri, mengorbankan kedalaman karakter kerajaan lainnya.

Jung menambahkan bahwa meski Gong Seung-yeon memberikan penampilan yang menonjol, keseluruhan drama terasa seperti “drama serius yang berjuang di tengah komedi romantis”.

Rating Tinggi vs Respon Penonton

Meskipun mendapat kritik, Perfect Crown terus mencatat rating mengesankan. Episode keempat pada 18 April mencatat 11,3% di wilayah metropolitan Seoul dan 11,1% secara nasional, menempati peringkat pertama pada slot waktunya. Puncak rating satu menit mencapai 13,8% menurut data Nielsen Korea, menandakan popularitas yang kuat di kalangan penonton.

Perbedaan tajam antara persepsi kritikus dan respon penonton menimbulkan pertanyaan tentang faktor apa yang sebenarnya menggerakkan popularitas drama ini. Beberapa analis menilai bahwa nama besar IU dan Byeon Woo Seok, serta promosi intensif di media sosial, menjadi pendorong utama meski kualitas artistik dipertanyakan.

Isu Pajak yang Kembali Mencuat

Sementara drama sedang bergulir, nama Kim Seon Ho muncul kembali dalam pembicaraan publik karena dugaan pelanggaran pajak. Pada akhir 2025, otoritas pajak Korea Selatan melakukan audit terhadap beberapa produksi drama besar, termasuk Perfect Crown. Laporan anonim menyebutkan adanya ketidaksesuaian dalam pelaporan biaya produksi dan pembayaran royalti kepada aktor utama.

Kim Seon Ho, yang memegang peran kunci sebagai produser eksekutif, belum memberikan pernyataan resmi. Namun, dalam sebuah pertemuan pers singkat, perwakilan manajemennya menyatakan bahwa “semua kewajiban perpajakan telah dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku” dan menegaskan bahwa proses audit masih berlangsung.

Isu pajak ini menambah tekanan pada Kim Seon Ho, yang sekaligus harus menghadapi kritik seni sekaligus pertanyaan integritas finansial. Pengamat industri menilai bahwa jika tuduhan tersebut terbukti, hal ini dapat memengaruhi kepercayaan investor dan sponsor pada proyek-proyek mendatang.

Proyeksi Masa Depan Drama dan Karier Kim Seon Ho

Dengan rating yang kuat, MBC berencana memperpanjang penayangan Perfect Crown hingga 20 episode, menambah subplot kerajaan yang sebelumnya minim. Tim produksi berjanji akan meningkatkan kualitas visual dan mengoptimalkan peran aktor senior untuk menyeimbangkan dinamika cerita.

Bagi Kim Seon Ho, tantangan berikutnya adalah mengembalikan citra profesionalnya. Jika audit pajak berakhir positif, ia berpotensi melanjutkan kolaborasi dengan aktor papan atas dan memperkuat posisinya sebagai produser utama di industri drama Korea. Sebaliknya, hasil negatif dapat memperlambat laju kariernya dan memicu restrukturisasi tim produksi.

Secara keseluruhan, Perfect Crown menjadi contoh bagaimana popularitas komersial tidak selalu sejalan dengan penilaian kritis, sementara isu pajak mengingatkan industri hiburan akan pentingnya kepatuhan finansial. Kedua dinamika ini akan terus dipantau oleh penonton, kritikus, dan regulator dalam beberapa minggu ke depan.