Komisi I DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih Distop Usai 5 Peserta Meninggal
Komisi I DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih Distop Usai 5 Peserta Meninggal

Komisi I DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih Distop Usai 5 Peserta Meninggal

Frankenstein45.Com – 28 Juni 2026 | Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengeluarkan himbauan tegas agar pelatihan militer (latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dihentikan sementara. Seruan tersebut muncul setelah lima peserta latih meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi pada sesi latihan terakhir.

Anggota Komisi I menilai kejadian tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dan kurangnya penilaian risiko pada pelaksanaan latsarmil. “Kami menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan, serta peninjauan kembali standar operasional yang diterapkan oleh pihak penyelenggara,” ujar Ketua Komisi I, Nama Ketua.

Berikut beberapa poin utama yang disorot dalam rapat Komisi I:

  • Penangguhan seluruh kegiatan latsarmil calon manajer Kopdes Merah Putih hingga hasil evaluasi lengkap tersedia.
  • Pembentukan tim khusus yang terdiri dari ahli keselamatan, militer, dan perwakilan DPR untuk menyelidiki penyebab kecelakaan.
  • Penerapan standar protokol medis dan evakuasi darurat yang lebih ketat.
  • Peningkatan transparansi pelaporan kecelakaan dan cedera kepada publik.

Pihak Kopdes Merah Putih menyatakan akan menuruti permintaan Komisi I dan berkomitmen memperbaiki mekanisme pelatihan. Mereka juga mengumumkan rencana penyediaan fasilitas medis yang lebih memadai serta pelatihan tambahan bagi instruktur terkait manajemen risiko.

Kasus ini menambah daftar insiden serupa yang menimbulkan pertanyaan tentang keamanan program pelatihan militer di lingkungan sipil. Para pengamat menilai bahwa penangguhan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk meninjau kembali kebijakan pelatihan serupa, mengingat potensi dampak fatal yang dapat ditimbulkan.

Dengan fokus pada evaluasi dan pencegahan risiko, diharapkan langkah-langkah perbaikan dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.