Frankenstein45.Com – 28 Juni 2026 | Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegaskan pentingnya penyelidikan menyeluruh terhadap kasus meninggalnya lima orang peserta latihan militer calon manajer program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Insiden tersebut menimbulkan keprihatinan luas karena para korban merupakan anggota program yang sedang menjalani pelatihan kepemimpinan di bidang koperasi.
Dalam upaya menegakkan akuntabilitas, Komnas HAM menyampaikan beberapa tuntutan utama:
- Pelaksanaan penyelidikan yang transparan dan bebas intervensi.
- Penyediaan laporan hasil otopsi kepada publik secara lengkap.
- Penegakan hukum yang tegas terhadap pihak yang terbukti bersalah.
- Pemberian perlindungan dan pendampingan bagi keluarga korban.
Komnas HAM juga menekankan bahwa hak atas kehidupan merupakan hak fundamental yang harus dilindungi oleh negara. Setiap dugaan pelanggaran harus diusut secara profesional demi menegakkan keadilan dan mencegah terulangnya kasus serupa.
Pihak penyelenggara latihan militer KDKMP diharapkan memberikan klarifikasi publik mengenai prosedur pelatihan, standar keselamatan, serta langkah-langkah yang telah diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kasus ini masih dalam proses investigasi, dan Komnas HAM akan terus memantau perkembangan serta menuntut pertanggungjawaban dari semua pihak yang terlibat.




