Kronologi Lengkap Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia Saat Latsarmil di Jakarta
Kronologi Lengkap Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia Saat Latsarmil di Jakarta

Kronologi Lengkap Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia Saat Latsarmil di Jakarta

Frankenstein45.Com – 27 Juni 2026 | Insiden tragis menimpa salah satu kandidat manajer Kopdes Merah Putih pada hari Jumat, 21 Juni 2024, saat mengikuti latihan militer (latsarmil) di kompleks latihan militer Jakarta. Korban, seorang pria berusia 38 tahun yang dikenal aktif dalam organisasi kepemudaan, tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan yang berujung pada kematian.

Berikut rangkaian peristiwa yang terjadi berdasarkan laporan saksi mata dan tim medis yang berada di lokasi:

  1. Pukul 07.45 – Peserta latsarmil berkumpul di area lapangan. Pemeriksaan kesehatan ringan dilakukan oleh tim medis sebelum memulai kegiatan.
  2. Pukul 09.30 – Kandidat manajer tersebut mengeluh sesak napas dan rasa tidak nyaman di dada, namun tetap melanjutkan latihan setelah diberikan istirahat singkat.
  3. Pukul 09.55 – Tim medis melakukan pemeriksaan lanjutan dan menemukan tekanan darah sangat tinggi serta denyut nadi tidak teratur.
  4. Pukul 10.15 – Kondisi memburuk secara cepat; korban tidak responsif. Tim medis langsung melakukan resusitasi jantung paru (RJP) dan memberikan oksigen serta obat penurun tekanan darah.
  5. Pukul 10.30 – Ambulans dikerahkan ke lokasi. Korban dibawa ke rumah sakit rujukan terdekat dengan status kritis.
  6. Pukul 12.05 – Dokter rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak yang dipicu oleh hipertensi berat.

Pihak Kopdes Merah Putih mengeluarkan pernyataan duka cita, menyebutkan bahwa korban merupakan sosok yang berdedikasi tinggi dan memiliki komitmen kuat terhadap visi organisasi. Keluarga korban menerima dukungan dari rekan-rekan serta aparat militer yang menangani kejadian.

Pihak militer menegaskan bahwa prosedur keamanan dan kesehatan selama latsarmil telah dilaksanakan sesuai standar, namun kejadian ini menjadi peringatan penting untuk meningkatkan pemantauan kondisi fisik peserta secara lebih intensif.