Frankenstein45.Com – 27 Juni 2026 | Pada tanggal yang belum lama ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Said Iqbal, menerima audiensi dari delegasi DPRK yang mewakili daerah Mimika, Papua Tengah. Pertemuan tersebut difokuskan pada permasalahan ketenagakerjaan yang telah menimbulkan ketegangan antara pekerja migran, perusahaan tambang, dan pemerintah daerah.
Said Iqbal menegaskan komitmennya untuk mengawal proses penyelesaian persoalan buruh secara cepat, adil, dan berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat akan memfasilitasi dialog terbuka antara semua pihak, serta meninjau kebijakan regulasi yang dianggap kurang responsif terhadap kebutuhan tenaga kerja lokal.
- Langkah utama yang dijanjikan:
- Mengaktifkan tim khusus yang terdiri dari perwakilan Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perindustrian, serta perwakilan serikat pekerja dan perusahaan.
- Melakukan audit kepatuhan perusahaan tambang terhadap standar ketenagakerjaan dan perlindungan hak buruh.
- Menyusun paket insentif bagi perusahaan yang meningkatkan perekrutan tenaga kerja asli Papua Tengah.
- Target waktu: Penyelesaian masalah utama diharapkan selesai dalam tiga bulan ke depan, dengan monitoring berkala setiap dua minggu.
Para pekerja mengungkapkan harapan bahwa tindakan nyata akan segera diambil, mengingat banyaknya keluhan terkait upah, jam kerja, serta kondisi kerja yang belum memenuhi standar keselamatan. Di sisi lain, pihak perusahaan menekankan pentingnya kepastian regulasi agar operasi tambang tetap berjalan tanpa gangguan.
Pemerintah daerah Mimika juga menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif Said Iqbal, serta siap menyediakan data dan sumber daya yang diperlukan untuk mempercepat proses mediasi.
Jika janji tersebut terealisasi, diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan buruh, tetapi juga memperkuat hubungan kerja yang harmonis antara industri pertambangan dan masyarakat lokal di Papua Tengah.




