Laporan Keuangan Danantara Belum Rampung, Rosan: Kami Konsolidasikan Lebih dari 1.000 Perusahaan
Laporan Keuangan Danantara Belum Rampung, Rosan: Kami Konsolidasikan Lebih dari 1.000 Perusahaan

Laporan Keuangan Danantara Belum Rampung, Rosan: Kami Konsolidasikan Lebih dari 1.000 Perusahaan

Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Rosan, pimpinan badan pengelola investasi Danantara, mengungkapkan bahwa laporan keuangan tahunan perusahaan belum dapat diselesaikan tepat waktu. Ia menjelaskan bahwa proses penyusunan laporan keuangan Danantara berbeda dari perusahaan pada umumnya karena badan tersebut harus mengonsolidasikan hasil keuangan lebih dari seribu entitas yang berada di bawah pengelolaannya.

Penggabungan data keuangan dari lebih dari 1.000 perusahaan menimbulkan tantangan teknis dan operasional yang signifikan. Di antara faktor‑faktor utama yang memperlambat proses penyusunan laporan, Rosan menyoroti beberapa poin penting:

  • Beragamnya sistem akuntansi dan standar pelaporan yang dipakai oleh masing‑masing perusahaan anak.
  • Volume transaksi yang sangat tinggi, sehingga memerlukan waktu ekstra untuk verifikasi dan rekonsiliasi.
  • Kebutuhan penyesuaian konsolidasi antar‑sektor, mengingat Danantara mengelola perusahaan di bidang manufaktur, energi, properti, dan jasa keuangan.
  • Ketentuan regulator yang menuntut transparansi penuh dan audit mendalam sebelum laporan dapat dipublikasikan.

Berikut contoh ringkas struktur konsolidasi Danantara berdasarkan sektor utama:

Sektor Jumlah Perusahaan
Manufaktur 340
Energi & Pertambangan 210
Properti & Real Estate 180
Jasa Keuangan 150
Lainnya 120

Rosan menegaskan bahwa meskipun proses konsolidasi memerlukan waktu lebih lama, Danantara berkomitmen untuk menyampaikan laporan keuangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menambahkan bahwa langkah‑langkah perbaikan sedang dijalankan, termasuk standarasi sistem akuntansi dan peningkatan tim audit internal, guna mempercepat siklus pelaporan di masa mendatang.

Penundaan ini berdampak pada para pemegang saham dan investor yang menunggu informasi keuangan resmi untuk menilai kinerja portofolio Danantara. Namun, pihak manajemen berharap bahwa transparansi dalam menjelaskan alasan keterlambatan akan menjaga kepercayaan pasar.