Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Kementerian Penanggulangan Pengaduan dan Perlindungan Anak (PPPA) kembali menegaskan pentingnya melindungi generasi muda dari bahaya judi daring yang semakin marak. Menurut kementerian, keterlibatan anak dalam platform perjudian digital dapat menimbulkan dampak finansial dan sosial yang parah, termasuk kerugian materi, penurunan prestasi akademik, serta risiko terjerumus ke dalam jaringan kriminal.
Risiko utama judi online bagi anak
- Kehancuran finansial: Anak yang belum memiliki kontrol keuangan mudah tergoda untuk menghabiskan uang saku atau bahkan meminjam dari orang tua.
- Gangguan psikologis: Ketergantungan pada permainan taruhan dapat memicu stres, kecemasan, dan depresi.
- Pengaruh sosial negatif: Pergaulan dengan pemain dewasa meningkatkan peluang terlibat perilaku anti‑sosial.
- Penurunan prestasi pendidikan: Waktu yang dihabiskan untuk berjudi mengurangi fokus belajar dan partisipasi dalam kegiatan sekolah.
Langkah Kementerian PPPA
Untuk memerangi fenomena ini, kementerian telah meluncurkan serangkaian inisiatif:
- Penguatan regulasi digital yang mewajibkan penyedia layanan perjudian menutup akses bagi pengguna di bawah 18 tahun.
- Kolaborasi dengan platform media sosial dan penyedia layanan internet untuk memblokir situs atau aplikasi judi yang tidak berlisensi.
- Pembentukan tim khusus yang memantau aktivitas daring dan menindak cepat pelanggaran.
- Penyuluhan nasional melalui sekolah, rumah sakit, dan organisasi kemasyarakatan mengenai bahaya judi online.
Rekomendasi bagi orang tua dan pendidik
Orang tua dan pendidik dapat berperan aktif dengan menerapkan beberapa langkah praktis:
- Pasang kontrol parental pada perangkat anak untuk memfilter konten perjudian.
- Lakukan dialog terbuka tentang risiko judi daring dan ajarkan keterampilan pengelolaan keuangan.
- Awasi riwayat penelusuran dan transaksi daring secara berkala.
- Libatkan anak dalam kegiatan ekstrakurikuler yang positif untuk mengalihkan perhatian dari godaan judi.
Dengan sinergi antara pemerintah, penyedia layanan digital, serta keluarga, diharapkan ancaman judi online dapat ditekan sehingga anak‑anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan produktif.




