Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah. Menurutnya, transformasi digital, otomatisasi, dan perubahan pola konsumsi menuntut tenaga kerja yang memiliki kompetensi baru serta kemampuan beradaptasi yang tinggi.
Yassierli menyoroti bahwa tantangan tersebut tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga mencakup aspek soft skill seperti kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan multikultural. Ia mengingatkan bahwa persiapan tidak dapat ditunda, mengingat tingkat pengangguran yang masih signifikan di kalangan usia 18‑30 tahun.
Beberapa langkah strategis yang disarankan oleh Menaker meliputi:
- Peningkatan program pelatihan vokasi berbasis teknologi, termasuk kursus pemrograman, data analytics, dan cybersecurity.
- Pemanfaatan skema Kartu Prakerja untuk mendanai sertifikasi dan pelatihan online.
- Peningkatan kolaborasi antara institusi pendidikan, perusahaan, dan pemerintah dalam merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri.
- Pengembangan ekosistem wirausaha melalui inkubator bisnis, pendanaan startup, dan pelatihan manajemen usaha.
- Penguatan kebijakan magang dan kerja praktik yang memberikan pengalaman kerja nyata bagi mahasiswa dan lulusan baru.
Selain itu, Menaker menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja lokal, serta perlunya regulasi yang mendukung fleksibilitas kerja, seperti kerja remote dan freelance.
Dengan menyiapkan generasi muda secara komprehensif, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan produktivitas nasional, mengurangi kesenjangan keterampilan, dan menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar global.




