Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomdigi), Meutya Hafid, menekankan pada hari Senin, 11 Mei 2026 di Jakarta, bahwa pilar keterjangkauan menjadi faktor kunci dalam percepatan pembangunan konektivitas digital nasional.
Beberapa langkah strategis yang disorot dalam pernyataan tersebut meliputi:
- Pemberian subsidi bagi operator yang menambah infrastruktur di daerah tidak menguntungkan secara komersial.
- Pengembangan paket layanan internet berbiaya rendah khusus untuk rumah tangga berpendapatan minimal.
- Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta melalui skema Public‑Private Partnership (PPP) untuk mempercepat penyebaran jaringan serat optik.
- Penyediaan spektrum frekuensi yang lebih luas dan fleksibel bagi penyedia layanan seluler untuk menurunkan biaya operasional.
- Implementasi program literasi digital yang membantu pengguna memanfaatkan layanan dengan efektif.
Menkomdigi menegaskan bahwa kebijakan ini akan mendukung target pemerintah untuk mencapai universal broadband pada akhir tahun 2025, dengan kecepatan minimum 30 Mbps untuk 80 % penduduk. Keterjangkauan dipandang sebagai katalisator utama dalam meningkatkan inklusi digital, memperluas akses pendidikan daring, mempermudah layanan kesehatan telemedicine, serta membuka peluang usaha mikro‑dan‑kecil di sektor e‑commerce.
Meutya Hafid menutup dengan harapan bahwa seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk mewujudkan ekosistem digital yang inklusif, di mana tidak ada warga Indonesia yang tertinggal karena biaya layanan yang terlalu tinggi.




