Frankenstein45.Com – 20 Juni 2026 | Menpora Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa proses naturalisasi pemain untuk tim nasional sepak bola harus berjalan sejalan dengan upaya pengembangan bakat lokal. Dalam sebuah pernyataan resmi, Thohir menekankan pentingnya menjaga keseimbangan agar tidak mengorbankan peluang pemain muda Indonesia.
- Mengidentifikasi pemain asing yang memiliki ikatan kuat dengan Indonesia, baik melalui kepemilikan warga negara atau latar belakang keluarga.
- Menetapkan kriteria teknis dan etika yang ketat bagi calon naturalisasi, termasuk komitmen jangka panjang untuk berkontribusi pada pengembangan sepak bola domestik.
- Memperkuat akademi sepak bola di seluruh daerah dengan program beasiswa, pelatihan pelatih bersertifikat, serta fasilitas infrastruktur yang memadai.
- Meningkatkan kompetisi usia muda (U‑17, U‑19) melalui turnamen rutin dan kerja sama dengan klub profesional.
Selain itu, Menpora menyoroti peran penting federasi sepak bola (PSSI) dalam mensinergikan kebijakan naturalisasi dengan program pembinaan akar rumput. PSSI diharapkan menyusun jadwal pelatihan intensif bagi pemain muda, serta membuka jalur masuk ke klub‑klub Liga 1 bagi talenta berbakat.
Dalam rapat bersama pelatih tim nasional, Erick Thohir menambahkan bahwa evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai dampak naturalisasi terhadap performa tim di ajang internasional. Jika terbukti tidak memberikan nilai tambah, proses naturalisasi dapat dihentikan atau disesuaikan.
Upaya ini diharapkan menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih berkelanjutan, di mana pemain naturalisasi melengkapi, bukan menggantikan, generasi penerus Indonesia. Dengan sinergi kebijakan pemerintah, federasi, dan klub, keseimbangan antara kualitas internasional dan pengembangan bakat lokal dapat tercapai.




