Frankenstein45.Com – 30 Juni 2026 | Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menyampaikan keprihatinannya setelah lima peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dilaporkan meninggal dunia. Menurut pernyataan resmi, kematian tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai metode pembentukan mental yang selama ini diterapkan melalui latihan militer.
Natalius menekankan bahwa proses pembentukan mental tidak boleh bergantung semata pada latihan fisik atau militer yang berisiko tinggi. Ia meminta agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur Latsarmil, termasuk peninjauan kembali standar keselamatan, mekanisme pengawasan, serta dukungan psikologis bagi para peserta.
- Evaluasi menyeluruh terhadap protokol keselamatan Latsarmil.
- Pengembangan alternatif pembentukan mental yang lebih manusiawi, seperti program pendidikan karakter dan konseling.
- Peningkatan pengawasan medis selama pelatihan.
- Pelibatan lembaga independen dalam audit prosedur pelatihan.
Selain itu, Menteri HAM menekankan pentingnya transparansi informasi kepada publik dan keluarga korban. Ia berharap langkah-langkah perbaikan dapat mencegah tragedi serupa terjadi di masa depan.




