Momen Bersejarah: Pejabat Dunia Beri Penghormatan Terakhir kepada Ali Khamenei di Iran
Momen Bersejarah: Pejabat Dunia Beri Penghormatan Terakhir kepada Ali Khamenei di Iran

Momen Bersejarah: Pejabat Dunia Beri Penghormatan Terakhir kepada Ali Khamenei di Iran

Frankenstein45.Com – 06 Juli 2026 | Upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang berlangsung pada 5 Juli 2026, menyaksikan kehadiran sejumlah pejabat asing dari berbagai negara, menandai momen bersejarah bagi Iran. Pemakaman ini digelar setelah penundaan selama lebih dari tiga bulan akibat insiden tragis yang menewaskan Khamenei dan beberapa anggota keluarganya dalam serangan gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Tiga putra Khamenei, Masoud, Meysam, dan Mostafa, terlihat hadir dalam upacara yang diadakan di Masjid Agung Mosalla, Teheran. Salat jenazah dipimpin oleh Ayatollah Jafar Sobhani, seorang tokoh agama senior, dan dihadiri oleh pejabat tinggi Iran seperti Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Majelis Permusyawaratan Mohammad Bagher Ghalibaf.

Baca juga:

Puluhan ribu warga Iran berbondong-bondong memadati kompleks salat terbuka untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka mengenakan pakaian hitam dan membawa bendera merah, putih, dan hijau, serta potret Khamenei dan putranya, Mojtaba Khamenei, yang kini menggantikan posisi sang ayah.

Delegasi dari lebih dari 50 negara juga hadir, termasuk Arab Saudi, Turki, Rusia, dan Pakistan. Momen menarik terjadi ketika delegasi Arab Saudi, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Waleed El Khereiji, memberikan penghormatan di depan peti jenazah Khamenei, diiringi dengan pembacaan ayat Al-Qur’an dari Surah Ali Imran ayat 13, yang berkaitan dengan Perang Badar. Pembacaan ini dianggap simbolis, melambangkan persatuan umat Islam dan kekuatan dalam menghadapi tantangan.

Brigadir Jenderal Esmail Ahmadi Moghaddam, mantan militer Iran, menekankan pentingnya hubungan baik dengan Indonesia, yang diwakili oleh Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat. Indonesia diundang untuk hadir dalam prosesi pemakaman yang dianggap sebagai simbol solidaritas antara negara-negara Muslim.

Baca juga:

Upacara ini bukan hanya sekadar perpisahan, tetapi juga merupakan ajang diplomatik bagi Iran untuk menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tekanan internasional, mereka tetap mendapatkan dukungan dari sejumlah negara. Kehadiran pejabat tinggi dan delegasi asing mencerminkan pengakuan terhadap peran Khamenei dalam politik regional dan global.

Di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, prosesi ini menjadi momen untuk menunjukkan kekuatan dan ketahanan Iran. Iran berupaya untuk menyampaikan pesan kepada sekutu dan lawan bahwa mereka masih berdiri teguh meskipun dalam situasi sulit.

Dengan pemakaman ini, Iran menunjukkan bahwa mereka memiliki dukungan dari berbagai negara dan komunitas internasional, serta menegaskan identitas dan keberadaan mereka di panggung dunia. Seiring dengan pemakaman Khamenei, harapan dan tantangan baru akan muncul bagi pemimpin baru, Mojtaba Khamenei, untuk meneruskan warisan dan menghadapi dinamika politik yang kompleks di masa depan.

Baca juga: