Frankenstein45.Com – 05 Mei 2026 | Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa krisis rob yang melanda Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, harus diperlakukan sebagai krisis nasional. Menurutnya, dampak yang dirasakan warga setempat sudah mencapai tingkat yang mengancam kesejahteraan dan stabilitas sosial.
Lestari mengingatkan bahwa kerusakan infrastruktur, hilangnya lahan pertanian, serta meningkatnya kasus penyakit akibat air yang tercemar menandakan bahwa penanganan hanya pada tingkat daerah tidak cukup. Ia menuntut agar pemerintah pusat, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), segera mengaktifkan mekanisme bantuan darurat dan mengalokasikan dana khusus untuk mitigasi jangka panjang.
Berikut poin‑poin utama yang disampaikan Lestari Moerdijat dalam pernyataannya:
- Mengaktifkan status krisis nasional sehingga proses bantuan dapat dipercepat.
- Mengirimkan tim ahli BNPB untuk melakukan penilaian teknis dan penyusunan rencana pemulihan.
- Memberikan bantuan sosial langsung kepada keluarga terdampak, termasuk bantuan pangan, air bersih, dan perawatan kesehatan.
- Mengoptimalkan penggunaan anggaran desa dan kabupaten untuk perbaikan infrastruktur yang rusak.
- Mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya rehabilitasi lingkungan, seperti penanaman kembali vegetasi penahan erosi.
Selain itu, Lestari menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor sangat penting. Kementerian Sosial, Kementerian Lingkungan Hidup, serta pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan bekerja selaras untuk menghindari duplikasi upaya dan memastikan bahwa bantuan tepat sasaran.
Para warga Sayung menyatakan keprihatinan mereka atas kondisi yang semakin memburuk. Banyak rumah yang terendam air, lahan pertanian tak dapat ditanami, dan akses jalan utama terganggu, sehingga mobilitas dan aktivitas ekonomi terhenti. Pemerintah daerah telah mengupayakan bantuan darurat, namun menurut Lestari, skala kerusakan memerlukan intervensi yang lebih luas.
Dengan penetapan krisis rob sebagai krisis nasional, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan terkoordinasi, sehingga kehidupan warga Sayung dapat kembali normal secepatnya.




