Frankenstein45.Com – 29 Mei 2026 | Pascal Struijk, bek tengah Leeds United berusia 26 tahun, tidak masuk dalam daftar akhir Timnas Belanda untuk Piala Dunia 2026. Keputusan pelatih Ronald Koeman ini menimbulkan spekulasi hangat di kalangan pecinta sepak bola Indonesia, mengingat Struijk memiliki garis keturunan Indonesia lewat ibunya yang berasal dari Semarang.
Latar Belakang dan Karier Klub
Struijk lahir di Belgia, namun sejak kecil ia tumbuh di lingkungan sepak bola Belanda. Ia menembus skuad utama Leeds United dan menjadi andalan di lini belakang, mencatatkan 34 penampilan dalam satu musim Premier League. Penampilannya yang konsisten membantu Leeds mencapai semifinal Piala FA melawan West Ham United. Namun, pada laga melawan Liverpool ia mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran serius terhadap Harvey Elliot, yang berujung pada kekalahan 0-3.
Alasan Tidak Terpilih di Timnas Belanda
Koeman memilih sejumlah bek berpengalaman lain, termasuk Nathan Ake (Manchester City), Denzel Dumfries (Inter Milan), Jurriën Timber (Arsenal), dan Virgil van Dijk (Liverpool). Persaingan ketat di posisi bek tengah membuat Struijk kehilangan kesempatan untuk berpartisipasi di turnamen terbesar dunia.
Respon Struijk dan Isyarat Naturaliasi
Setelah nama Struijk tidak muncul di skuad Belanda, seorang pendukung Timnas Indonesia, Daniel Rowin, menanyakan langsung kepada pemain tersebut melalui video yang diunggah di media sosial. Struijk menjawab singkat, “Tentu saja,” ketika ditanya apakah ia bersedia membantu Timnas Garuda mengejar tiket Piala Dunia 2030. Jawaban itu memicu kegembiraan di kalangan penggemar Tanah Air.
Pada Maret 2026, Struijk mengunggah foto tato bergambar Garuda di kaki kirinya, menegaskan ikatan emosionalnya dengan Indonesia. Selain itu, asisten pelatih Timnas Indonesia, Simon Grayson, sempat mengunjungi markas Leeds United, menambah bukti adanya komunikasi antara kedua belah pihak.
Pendapat Pengamat dan Harapan PSSI
Pengamat senior Ronny Pangemanan, yang dikenal dengan julukan “Ropan,” menilai Struijk sebagai pemain belakang yang telah menunjukkan performa impresif bersama Leeds United. Ropan menilai kegagalan Struijk masuk ke skuad Belanda membuka “peluang besar” bagi Indonesia untuk mengamankan naturalisasi pemain tersebut. Menurutnya, keberhasilan proses naturalisasi sangat bergantung pada kemampuan PSSI dan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam meyakinkan Struijk.
PSSI memang telah lama menargetkan Struijk, bersama pemain keturunan lain seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Kevin Diks. Jika Struijk resmi bergabung, kombinasi dengan Jay Idzes dapat menciptakan duet bek tengah yang solid, memperkuat lini belakang Garuda menjelang kompetisi penting seperti FIFA Matchday Juni 2026, Piala AFF 2026, FIFA ASEAN Cup 2026, dan Piala Asia 2027.
Implikasi bagi Timnas Indonesia
- Penguatan lini belakang dengan pengalaman Premier League.
- Peningkatan kredibilitas internasional Timnas Indonesia.
- Potensi memperluas basis suporter di diaspora Indonesia.
- Menambah opsi taktis bagi pelatih John Herdman dalam menghadapi lawan Asia.
Selain Struijk, naturalisasi pemain lain seperti Ole Romeny (penyerang naturalisasi) juga menunjukkan betapa PSSI semakin agresif dalam memperkuat skuad. Romeny, yang baru-baru ini mengunjungi Yayasan Bait Al Qur’an Mulia, menjadi contoh integrasi pemain asing ke dalam budaya Indonesia.
Namun, proses naturalisasi tidak serta-merta menjamin keberhasilan di lapangan. Penyesuaian taktik, bahasa, dan budaya tetap menjadi tantangan bagi pemain yang baru bergabung. Oleh karena itu, peran John Herdman dalam memfasilitasi adaptasi Struijk akan menjadi kunci utama.
Jika semua faktor berjalan lancar, kehadiran Pascal Struijk dapat menjadi katalisator bagi Timnas Indonesia untuk bersaing lebih serius di panggung Asia dan dunia. Keputusan final tetap berada di tangan PSSI, pemain bersangkutan, serta regulasi FIFA mengenai perubahan kewarganegaraan.
Kesimpulannya, kegagalan Struijk masuk ke skuad Belanda membuka peluang strategis bagi Indonesia. Dengan dukungan PSSI, John Herdman, serta kesiapan mental dan fisik Struijk, naturalisasi dapat menjadi langkah penting dalam upaya Timnas Garuda menembus babak akhir kompetisi internasional dalam beberapa tahun mendatang.




