Pemkot Semarang Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Banjir
Pemkot Semarang Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Banjir

Pemkot Semarang Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Banjir

Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Pada 16 Mei 2024, Pemerintah Kota Semarang melaksanakan penyaluran bantuan sosial kepada warga yang terdampak banjir akhir-akhir ini. Banjir yang melanda beberapa kelurahan di wilayah selatan dan barat kota menimpa lebih dari 3.500 keluarga, memaksa mereka mengungsi ke posko darurat dan mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta kehilangan harta benda.

Untuk mengurangi beban warga, Dinas Sosial Kota Semarang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengorganisir distribusi paket kebutuhan dasar dan logistik. Paket bantuan berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, mie instan, serta barang kebutuhan pribadi seperti sabun, sikat gigi, dan masker. Selain itu, setiap rumah tangga menerima selimut tebal, matras, dan air bersih dalam kemasan 19 liter.

  • Beras 5 kg
  • Minyak goreng 1 liter
  • Gula pasir 1 kg
  • Mie instan 2 bungkus
  • Sabun mandi 2 butir
  • Masker medis 5 buah
  • Selimut tebal
  • Matras lipat
  • Air bersih 19 liter

Distribusi dilakukan di lima posko utama yang berlokasi di Balai Desa Banjirharjo, Balai Desa Mangkang, Balai Desa Kedungwuni, Balai Desa Gajahmungkur, dan Balai Desa Tugu. Tim relawan, termasuk mahasiswa dan anggota Karang Taruna, membantu proses penyerahan paket secara tertib, sambil memastikan tidak ada penumpukan antrean yang mengganggu protokol kesehatan.

Walikota Semarang, Hendro Bayu, menyampaikan dalam sambutan singkat, “Kami berkomitmen memberikan bantuan secepat‑cepatnya kepada warga yang kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan pokok. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk memulihkan kondisi sosial‑ekonomi masyarakat pasca bencana, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem di masa depan.”

Selain bantuan material, Pemerintah Kota juga menyediakan layanan konsultasi psikologis di posko, serta membuka jalur bantuan dana tunai melalui program Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi keluarga yang paling membutuhkan. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan memastikan distribusi obat-obatan dasar dan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir.

Pengawas dari Ombudsman Kota Semarang akan melakukan audit atas proses penyaluran bantuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Sementara itu, BPBD terus memantau daerah rawan dan menyiapkan tim SAR untuk potensi banjir lanjutan pada minggu mendatang.