Frankenstein45.Com – 29 Juni 2026 | Pada tanggal 23 hingga 25 Juni, lebih dari dua puluh perwakilan muda dari tujuh kota kembar di negara-negara ASEAN, termasuk Kamboja dan Indonesia, mengunjungi provinsi Guangxi, China. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau perkembangan terbaru dalam bidang kecerdasan buatan (AI) serta mengeksplorasi peluang kerja sama lintas negara.
Selama tiga hari, delegasi mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi seminar tentang aplikasi AI dalam industri, workshop praktik penggunaan teknologi AI untuk pertanian pintar, serta tur ke laboratorium riset AI terkemuka di Guangxi. Selain itu, terdapat sesi diskusi panel yang mempertemukan pemuda ASEAN dengan ahli teknologi China, membahas tantangan dan peluang implementasi AI di wilayah masing‑masing.
- Seminar: “AI untuk Transformasi Industri dan Pariwisata”
- Workshop: “Implementasi AI dalam Pertanian Presisi”
- Kunjungan: Laboratorium AI Guangxi University
- Diskusi Panel: Kolaborasi Teknologi ASEAN‑China
Berikut rangkuman singkat peserta berdasarkan negara dan kota asal:
| Negara | Kota Kembar | Jumlah Peserta |
|---|---|---|
| Kamboja | Phnom Penh | 4 |
| Indonesia | Jakarta | 5 |
| Malaysia | Kuala Lumpur | 3 |
| Filipina | Manila | 3 |
| Vietnam | Hanoi | 2 |
| Laos | Vientiane | 2 |
| Myanmar | Yangon | 1 |
Para peserta menyatakan antusiasme tinggi terhadap potensi AI dalam mempercepat digitalisasi ekonomi di negara masing‑masing. Mereka berharap hasil kunjungan ini dapat diterjemahkan menjadi program kolaboratif, seperti pertukaran peneliti, proyek pilot AI bersama, dan pelatihan keterampilan digital bagi pemuda.
Kunjungan ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral antara ASEAN dan China, tetapi juga membuka ruang dialog yang konstruktif untuk memajukan inovasi teknologi di kawasan Asia Tenggara.




