Pete Hegseth: AS tak Mampu Pertahankan Ekonomi tanpa Superioritas Militer

Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Washington — Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan dalam sebuah opini yang dipublikasikan di New York Post bahwa kemampuan ekonomi negara tersebut sangat bergantung pada keunggulan militernya. Menurut Hegseth, tanpa dominasi militer, Amerika akan menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik dan posisinya di kancah global.

Hegseth menekankan bahwa investasi pada teknologi pertahanan, riset militer, serta penguatan aliansi keamanan tidak hanya meningkatkan kemampuan pertahanan, melainkan juga memicu inovasi yang berujung pada pertumbuhan sektor sipil. Ia mencontohkan sejarah di mana banyak penemuan penting, seperti internet dan GPS, awalnya dikembangkan untuk keperluan militer sebelum diaplikasikan secara luas di pasar konsumen.

  • Keunggulan militer memberikan leverage diplomatik dalam negosiasi perdagangan.
  • Anggaran pertahanan yang besar mendorong riset dan pengembangan teknologi tinggi.
  • Kolaborasi antara militer dan industri swasta mempercepat komersialisasi inovasi.

Namun, Hegseth juga mengingatkan bahwa keunggulan tersebut harus dipertahankan melalui alokasi sumber daya yang konsisten. Ia menolak argumen bahwa pemotongan anggaran pertahanan dapat dialokasikan sepenuhnya ke sektor sosial tanpa mengorbankan keamanan ekonomi. Menurutnya, “Keseimbangan antara keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi tidak dapat dipisahkan; salah satu memengaruhi yang lain.”

Opini tersebut muncul di tengah perdebatan domestik tentang peningkatan belanja pertahanan Amerika yang diproyeksikan mencapai lebih dari 800 miliar dolar pada tahun fiskal mendatang. Sementara sebagian anggota Kongres menuntut peninjauan kembali prioritas pengeluaran, Hegseth menegaskan bahwa menurunkan standar militer dapat mengurangi daya tarik Amerika sebagai mitra ekonomi dan keamanan bagi negara‑negara lain.

Para pengamat menilai bahwa pernyataan Hegseth mencerminkan pandangan strategis tradisional yang menempatkan militer sebagai pilar utama kebijakan luar negeri dan domestik Amerika. Namun, kritik muncul dari kalangan akademisi yang berargumen bahwa ketergantungan berlebih pada kekuatan militer dapat menimbulkan ketegangan geopolitik dan mengalihkan fokus dari investasi pada pendidikan serta infrastruktur sipil.

Dengan latar belakang pengalaman militer dan karier jurnalisme, Hegseth berusaha menyajikan perspektif yang menggabungkan keamanan dan ekonomi. Ia mengajak pembuat kebijakan untuk menilai kembali hubungan timbal balik antara dominasi militer dan keberlanjutan ekonomi Amerika Serikat di era persaingan global yang semakin kompleks.