PLTU Pelabuhan Ratu Terapkan Co-Firing dengan Serbuk Sorgum
PLTU Pelabuhan Ratu Terapkan Co-Firing dengan Serbuk Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terapkan Co-Firing dengan Serbuk Sorgum

Frankenstein45.Com – 26 Juni 2026 | PLTU Pelabuhan Ratu, salah satu pembangkit listrik tenaga uap terbesar di wilayah Jawa Barat, kini mengadopsi teknologi co‑firing dengan memanfaatkan biomassa serbuk sorgum sebagai bahan bakar tambahan. Langkah ini merupakan upaya konkrit untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara serta menurunkan emisi karbon dioksida.

Serbuk sorgum yang diproduksi oleh petani lokal dijadikan campuran pada proses pembakaran batu bara. Dengan mencampurkan biomassa tersebut, pembangkit dapat menurunkan intensitas penggunaan batu bara hingga beberapa persen, tergantung pada proporsi yang diterapkan. Selain itu, penggunaan biomassa bersifat berkelanjutan karena sorgum merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan dapat dipanen dalam siklus tahunan.

Manfaat utama penerapan co‑firing

  • Pengurangan emisi gas rumah kaca: Biomassa menghasilkan panas dengan emisi CO₂ yang lebih rendah dibandingkan batu bara.
  • Peningkatan kemandirian energi daerah: Memanfaatkan produk pertanian lokal mengurangi kebutuhan impor bahan bakar fosil.
  • Peningkatan pendapatan petani: Petani sorgum mendapatkan pasar baru untuk hasil panen mereka.

Implementasi co‑firing di PLTU Pelabuhan Ratu juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi pembangkit lain di Indonesia, mengingat negara ini memiliki potensi biomassa pertanian yang sangat besar. Pemerintah dan pihak pengelola pembangkit berkomitmen untuk terus mengoptimalkan proporsi biomassa dalam campuran bahan bakar, serta melakukan riset lebih lanjut guna meningkatkan efisiensi pembakaran.

Secara keseluruhan, inisiatif ini menandai langkah penting dalam transisi energi Indonesia menuju sumber yang lebih bersih dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ekonomi petani lokal.