Frankenstein45.Com – 10 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan program distribusi layar pintar ke seluruh sekolah negeri di Indonesia. Program ini bertujuan mempercepat digitalisasi pembelajaran dan mempermudah pemantauan kehadiran guru secara real time dari pusat, khususnya dari kantor pusat di Jakarta.
Sistem yang akan diterapkan mengintegrasikan perangkat layar sentuh interaktif dengan platform manajemen kehadiran berbasis cloud. Setiap layar pintar dilengkapi sensor kehadiran dan aplikasi yang secara otomatis mencatat jam masuk dan keluar guru, kemudian data tersebut ditransmisikan ke server pusat. Kepala sekolah dan pejabat pendidikan di Jakarta dapat mengakses informasi tersebut melalui dashboard khusus, memungkinkan respons cepat bila terdapat guru yang tidak hadir tanpa keterangan.
Rincian utama program meliputi:
- Distribusi sekitar 200.000 unit layar pintar selama tiga tahun ke depan, dengan prioritas pada sekolah di daerah terpencil.
- Penyediaan pelatihan teknis bagi guru dan tenaga kependidikan selama dua hari untuk mengoptimalkan penggunaan perangkat.
- Integrasi dengan sistem informasi pendidikan yang sudah ada, sehingga data kehadiran dapat terhubung dengan data administrasi lainnya.
- Monitoring berbasis data yang dapat diakses 24 jam melalui portal web resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Para ahli menilai inisiatif ini dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam dunia pendidikan, sekaligus memacu adopsi teknologi modern di kelas. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi guru serta kesiapan infrastruktur jaringan di wilayah dengan sinyal internet lemah.
Respon dari kalangan guru beragam. Sebagian menyambut baik adanya alat bantu mengajar yang lebih modern, sementara yang lain mengkhawatirkan beban tambahan dalam mengelola data kehadiran dan potensi kesalahan teknis. Organisasi serikat guru menuntut jaminan bahwa sistem ini tidak akan dijadikan alat pengawasan semata, melainkan sebagai sarana peningkatan kualitas pembelajaran.
Jika berhasil, program layar pintar ini dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam menggabungkan teknologi informasi dengan manajemen sumber daya manusia di sektor pendidikan.







