Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Dalam sebuah pernyataan yang menarik perhatian publik, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa eyang (kakek) putrinya memiliki darah Nahdlatul Ulama (NU). Prabowo menegaskan bahwa hubungan tersebut bukan sekadar kebetulan, melainkan bagian dari warisan nilai‑nilai keagamaan yang kuat dalam keluarganya.
Prabowo juga memuji Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang sangat nasionalis dan patriotik. Menurutnya, NU tidak hanya berperan dalam memperkuat identitas keislaman, tetapi juga aktif mendukung persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
- Klaim keturunan: Prabowo menyatakan bahwa eyang putrinya berasal dari keluarga yang tergabung dalam NU, menekankan akar budaya dan keagamaan yang mendalam.
- Penilaian terhadap NU: Ia menggambarkan NU sebagai lembaga yang mengedepankan nilai‑nilai kebangsaan, menyeimbangkan tradisi keagamaan dengan semangat kebangsaan.
- Reaksi publik: Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan, mulai dari dukungan yang menilai hal ini mempererat hubungan politik dengan basis massa NU, hingga kritik yang menilai politisasi agama.
Meski tidak ada data kuantitatif yang disertakan, pernyataan Prabowo mencerminkan strategi politik yang berusaha merangkul kelompok keagamaan terbesar di Indonesia. Sebagai organisasi dengan jutaan anggota, NU memiliki pengaruh signifikan dalam dinamika sosial‑politik negara.




