Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tewasnya seorang prajurit Prancis yang sedang melaksanakan tugas dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) pada Sabtu, 18 April 2026.
Kemlu menegaskan solidaritas Indonesia dengan rakyat Lebanon dan semua negara yang berpartisipasi dalam misi UNIFIL. Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan Levant serta menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi.
- Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur dan kepada pemerintah Prancis.
- Indonesia menghargai kontribusi pasukan internasional dalam upaya menjaga perdamaian di Lebanon.
- Indonesia mengajak semua pihak untuk meningkatkan dialog dan menghindari kekerasan.
UNIFIL, yang dibentuk pada tahun 1978, memiliki mandat untuk memantau gencatan senjata antara Israel dan Lebanon serta membantu otoritas Lebanon dalam mengamankan wilayahnya. Hingga kini, lebih dari 10.000 pasukan dari berbagai negara terlibat dalam misi tersebut.
Kejadian ini menambah daftar korban di antara pasukan penjaga perdamaian, sekaligus mengingatkan akan risiko tinggi yang dihadapi oleh para prajurit internasional di zona konflik. Pemerintah Indonesia berharap agar penyelidikan atas insiden ini dapat dilakukan secara transparan dan hasilnya dapat menjadi pelajaran untuk meningkatkan keamanan misi di masa depan.




