Pramono: Perempuan Miliki Peran Penting dalam Penurunan Jumlah RW Kumuh di DKI Jakarta
Pramono: Perempuan Miliki Peran Penting dalam Penurunan Jumlah RW Kumuh di DKI Jakarta

Pramono: Perempuan Miliki Peran Penting dalam Penurunan Jumlah RW Kumuh di DKI Jakarta

Frankenstein45.Com – 07 Mei 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa partisipasi perempuan menjadi faktor kunci dalam menurunkan jumlah Rukun Warga (RW) yang tergolong kumuh. Dalam rapat koordinasi bersama perangkat daerah, ia memaparkan beberapa temuan yang menunjukkan dampak positif pemberdayaan perempuan terhadap perbaikan lingkungan permukiman.

Beberapa faktor utama yang diidentifikasi meliputi:

  • Kepedulian terhadap kebersihan: Perempuan cenderung lebih aktif dalam mengorganisir gotong‑royong dan program kebersihan lingkungan.
  • Pengelolaan sampah rumah tangga: Inisiatif daur ulang dan pemilahan sampah yang dipelopori oleh kelompok ibu‑ibu rumah tangga mengurangi penumpukan sampah di area RW.
  • Pemberdayaan ekonomi: Program pelatihan keterampilan dan usaha mikro yang difokuskan pada perempuan meningkatkan pendapatan keluarga, sehingga kemampuan finansial untuk memperbaiki fasilitas umum menjadi lebih baik.

Data yang dirilis oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menunjukkan penurunan signifikan RW kumuh selama enam bulan terakhir, yaitu dari 45 RW menjadi 28 RW, atau penurunan sebesar 37,8 persen. Penurunan ini selaras dengan peningkatan partisipasi perempuan dalam program “RW Bersih dan Sehat”.

Pramono menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan lintas sektor, termasuk lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, dan sektor swasta yang menyediakan pelatihan serta fasilitas pendukung. Ia mengajak semua pihak untuk terus memperkuat sinergi tersebut, khususnya dengan menambah jumlah kader perempuan di tiap RW.

Ke depan, pemerintah provinsi berencana meluncurkan program “Perempuan Penggerak Lingkungan” yang akan melibatkan lebih dari 5.000 perempuan warga Jakarta dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program penataan permukiman. Diharapkan, melalui peran aktif perempuan, target penurunan RW kumuh dapat tercapai secara berkelanjutan.