Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Setelah resmi melepas tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di usia 63 tahun, Bapak Abdul, warga Desa Jatirejo, Banyumas, tidak memilih pensiun pasif. Ia mengalihkan energi dan pengalaman kerja menjadi dua usaha utama: sebuah kolam ikan air tawar dan toko kelontong yang melayani kebutuhan warga sekitar.
Awal Mula Memulai Usaha
Keputusan berbisnis muncul ketika Abdul menyadari adanya kebutuhan akan sumber protein yang terjangkau bagi warga desa serta kurangnya fasilitas belanja di daerahnya. Dengan lahan seluas 1.200 meter persegi yang dimiliki keluarganya, ia menggali kolam ikan dan menyiapkan rak-rak toko.
Langkah-Langkah Membuka Kolam Ikan
- Menentukan lokasi yang tidak rawan banjir dan memiliki akses air bersih.
- Menggali tanah hingga kedalaman 1,5 meter, kemudian melapisinya dengan terpal anti bocor.
- Memasang sistem sirkulasi air sederhana menggunakan pompa listrik.
- Mengisi kolam dengan air dan menambahkan bibit ikan lele serta nila.
- Memberi pakan alami seperti cacing tanah dan pelet komersial secara rutin.
Strategi Usaha Toko Kelontong
Toko kelontong Abdul berfokus pada barang kebutuhan pokok, bahan pokok, dan perlengkapan rumah tangga. Ia menyiapkan stok berdasarkan pola belanja warga, mengutamakan harga bersaing, serta menyediakan layanan kredit kecil bagi pelanggan tetap.
Dampak Terhadap Masyarakat
Usaha kolam ikan kini memasok lebih dari 300 kilogram ikan per bulan, yang sebagian besar dijual langsung di pasar desa. Pendapatan tambahan tersebut meningkatkan kesejahteraan keluarga Abdul dan menciptakan lapangan kerja bagi tiga orang pekerja harian. Toko kelontong membantu mengurangi jarak tempuh warga ke kota terdekat untuk berbelanja, menghemat waktu dan biaya transportasi.
Pelajaran yang Dapat Diambil
Abdul menekankan pentingnya perencanaan matang, pemanfaatan lahan yang tersedia, serta kemauan belajar hal baru meski sudah berusia lanjut. Ia berharap kisahnya dapat memotivasi pensiunan lain untuk tetap produktif dan berkontribusi pada perekonomian desa.




