Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Jakarta – Pada peringatan Waisak tahun ini, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali menyoroti nilai-nilai toleransi yang dijunjung tinggi oleh mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Acara yang digelar di … menegaskan pentingnya cinta kasih dan persaudaraan dalam kehidupan berbangsa serta upaya menolak segala bentuk diskriminasi beragama.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh partai, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua Umum PKB menekankan bahwa ajaran Gus Dur tentang kebebasan beragama harus menjadi landasan dalam memperkuat persatuan nasional.
- Menjaga kebebasan berkeyakinan bagi semua warga negara.
- Mendorong dialog antarumat beragama secara konstruktif.
- Mengutamakan nilai cinta kasih sebagai dasar kebijakan publik.
PKB juga menampilkan potret perjuangan Gus Dur dalam melawan kebijakan diskriminatif pada masa kepemimpinannya, termasuk upaya menghapuskan larangan penggunaan jilbab di institusi pendidikan serta mengadvokasi hak minoritas.
Para peserta mengingat kembali momen-momen penting, seperti keputusan Gus Dur membuka kembali Masjid Al‑Azhar, serta upayanya memfasilitasi penyelesaian sengketa agama melalui mediasi yang adil.
Sejalan dengan semangat Waisak, partai mengajak seluruh elemen bangsa untuk menerapkan nilai-nilai kasih sayang dalam setiap tindakan, baik di ranah politik, sosial, maupun pribadi, guna menciptakan Indonesia yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.
Penutup acara diisi dengan doa bersama dan penyerahan simbol perdamaian, menegaskan komitmen PKB untuk terus menghidupkan warisan Gus Dur dalam menegakkan keadilan beragama.




