RI Jadi Negara Pertama di ASEAN, Pembangunan Kapal Selam Scorpene Evolved Masuk Tahap Praproduksi
RI Jadi Negara Pertama di ASEAN, Pembangunan Kapal Selam Scorpene Evolved Masuk Tahap Praproduksi

RI Jadi Negara Pertama di ASEAN, Pembangunan Kapal Selam Scorpene Evolved Masuk Tahap Praproduksi

Frankenstein45.Com – 28 Mei 2026 | Indonesia resmi mencatatkan diri sebagai negara pertama di kawasan ASEAN yang berhasil mengembangkan kapal selam kelas Scorpene Evolved secara mandiri. Langkah ini menandai fase praproduksi, menandakan bahwa desain dan komponen utama telah selesai dirakit dan siap untuk diproduksi secara massal.

Proyek kapal selam Scorpene Evolved merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya dengan perusahaan Prancis Naval Group. Setelah tahap desain konseptual, tim teknik Indonesia berhasil menyelesaikan integrasi sistem propulsi, sistem persenjataan, serta subsistem navigasi dan komunikasi. Semua elemen tersebut kini telah melewati uji kelayakan dan masuk ke tahap praproduksi, yang meliputi pembuatan prototipe pertama serta persiapan lini produksi.

Berikut beberapa poin penting terkait pencapaian ini:

  • Kapabilitas teknis: Kapal selam Scorpene Evolved dilengkapi dengan sistem siluman tingkat tinggi, kemampuan operasi hingga kedalaman 300 meter, serta dapat membawa torpedo anti-kapal dan anti-kapal selam.
  • Kontribusi industri lokal: Lebih dari 70% komponen diproduksi oleh perusahaan dalam negeri, termasuk rangka baja, sistem kelistrikan, dan peralatan elektronik.
  • Manfaat strategis: Memperkuat kedaulatan laut Indonesia, meningkatkan deterrence, serta menurunkan ketergantungan pada impor peralatan militer.

Berikut rangkuman timeline pengembangan kapal selam Scorpene Evolved:

Tahun Tahapan
2015 Penandatanganan MoU dengan Naval Group
2018 Finalisasi desain awal dan transfer teknologi
2021 Mulai produksi komponen utama di dalam negeri
2023 Uji coba sistem propulsi dan senjata
2024 Masuk tahap praproduksi kapal selam pertama

Keberhasilan ini tidak hanya menambah kemampuan pertahanan laut, tetapi juga membuka peluang ekspor teknologi pertahanan ke negara‑negara ASEAN lainnya. Pemerintah menargetkan produksi total delapan unit kapal selam dalam dekade berikutnya, dengan harapan dapat menurunkan biaya per unit melalui skala produksi.

Para analis memperkirakan bahwa kehadiran kapal selam buatan dalam negeri akan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam forum keamanan regional, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur industri maritim yang lebih luas.