Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Senator Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan bahwa pada pertemuan terbaru NATO, para anggota sepakat untuk membahas rencana cadangan operasional di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia.
Beberapa langkah yang diusulkan antara lain:
- Peningkatan patroli bersama antara angkatan laut anggota NATO di wilayah tersebut.
- Pengembangan prosedur evakuasi cepat untuk kapal yang terancam.
- Koordinasi intelijen yang lebih intensif untuk memantau aktivitas militer dan non‑militer di sekitar selat.
- Latihan bersama yang meniru skenario gangguan jalur laut.
Rubio menekankan pentingnya solidaritas trans‑Atlantik dalam menanggapi risiko keamanan maritim, sekaligus mengingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz dapat berimplikasi pada pasar energi global. Ia menambahkan bahwa keputusan ini tidak berarti NATO akan terlibat langsung dalam konflik regional, melainkan fokus pada kesiapsiagaan dan pencegahan.
Para pejabat NATO lainnya menyambut baik inisiatif tersebut, menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat kemampuan aliansi dalam menghadapi tantangan keamanan laut yang semakin kompleks.




