Sebut Polarisasi Kian Vulgar, Boni Hargens Ungkap Pemicu Gaduh pada Era Pemerintahan Prabowo
Sebut Polarisasi Kian Vulgar, Boni Hargens Ungkap Pemicu Gaduh pada Era Pemerintahan Prabowo

Sebut Polarisasi Kian Vulgar, Boni Hargens Ungkap Pemicu Gaduh pada Era Pemerintahan Prabowo

Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Boni Hargens, mantan jurnalis senior dan pengamat politik, menyoroti peningkatan tajam dalam intensitas polarisasi di Indonesia sejak masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, fenomena tersebut tidak lagi bersifat sekadar perbedaan pendapat, melainkan telah menjadi bentuk retorika vulgar yang memicu konflik terbuka di berbagai lapisan masyarakat.

Dalam wawancara terbaru, Hargens mengidentifikasi tiga faktor utama yang menjadi pemicu kegaduhan tersebut:

  • Retorika politik yang provokatif: Penggunaan bahasa yang menyinggung kelompok tertentu untuk menarik simpati pemilih, sehingga memperdalam jurang perbedaan.
  • Penguatan media sosial algoritmik: Platform digital menampilkan konten yang menimbulkan kegelisahan dan kebencian, mempercepat penyebaran narasi yang memecah belah.
  • Kebijakan pemerintah yang dipersepsikan bias: Kebijakan ekonomi dan keamanan yang dianggap menguntungkan satu pihak, menimbulkan rasa tidak adil di antara warga.

Hargens menekankan bahwa dampak polarisasi vulgar tidak terbatas pada arena politik saja, melainkan merembet ke kehidupan sehari-hari, seperti meningkatnya aksi demonstrasi kekerasan, perpecahan dalam organisasi masyarakat, dan menurunnya rasa kebersamaan nasional.

Untuk mengatasi tren ini, ia mengusulkan beberapa langkah konkret:

  1. Penguatan kode etik jurnalistik dan penegakan sanksi bagi penyebaran ujaran kebencian.
  2. Pendidikan literasi media di semua jenjang pendidikan agar publik dapat memilah informasi secara kritis.
  3. Dialog lintas sektoral antara pemerintah, partai politik, dan lembaga masyarakat sipil untuk merumuskan kebijakan yang inklusif.

Hargens juga menegaskan pentingnya peran persatuan nasional sebagai fondasi utama dalam meredam kekerasan politik. Menurutnya, rasa kebangsaan harus menjadi titik temu yang melampaui perbedaan ideologi, sehingga tercipta iklim politik yang konstruktif dan damai.

Dengan menyoroti akar permasalahan dan menawarkan solusi, Hargens berharap publik dapat lebih sadar akan bahaya polarisasi vulgar dan bersama-sama berkontribusi pada pembangunan bangsa yang lebih bersatu.