Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa

Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa

Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Pengakuan mengejutkan muncul setelah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UBK) melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Dalam pernyataan resmi yang dibagikan melalui media sosial, perwakilan BEM mengakui bahwa mereka menerima dana dari pihak yang tidak disebutkan secara rinci dan kemudian meminta maaf kepada seluruh mahasiswa Fakultas Hukum atas tindakan tersebut.

Pertemuan yang dilaporkan berlangsung pada tanggal 24 Juni 2023 di kantor BEM FH UBK tersebut, bertujuan untuk membahas beberapa isu internal kampus serta menanggapi tekanan eksternal yang menimpa organisasi mahasiswa. Menurut keterangan yang dirilis, Gibran menyampaikan dukungan moral kepada mahasiswa dan menegaskan pentingnya transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana organisasi.

Setelah pertemuan, BEM FH UBK mengeluarkan pernyataan tertulis yang memuat tiga poin utama:

  • Pengakuan telah menerima uang tunai sebesar sekitar Rp 5 juta yang diberikan oleh pihak ketiga yang terkait dengan kegiatan kampus.
  • Uang tersebut tidak dicatat dalam laporan keuangan resmi BEM, sehingga menimbulkan keraguan mengenai prosedur akuntansi internal.
  • BEM meminta maaf secara terbuka kepada seluruh mahasiswa Fakultas Hukum dan berjanji akan melakukan audit internal serta melaporkan temuan kepada pihak berwenang kampus.

Reaksi mahasiswa pun beragam. Sebagian besar mengkritik kurangnya transparansi dan menuntut pertanggungjawaban tegas, sementara kelompok lain mengapresiasi keberanian BEM untuk mengungkapkan kesalahan secara publik. Diskusi hangat muncul di platform media sosial, dengan hashtag #BEMFHUbkMengaku dan #MintaMaafMHS menjadi trending pada hari itu.

Para pengamat politik kampus menilai bahwa insiden ini dapat menjadi pelajaran penting bagi organisasi mahasiswa di seluruh Indonesia. Mereka menekankan pentingnya prosedur keuangan yang jelas, serta perlunya pengawasan eksternal untuk mencegah terulangnya praktik serupa.

Gibran sendiri belum mengeluarkan komentar resmi terkait detail dana yang diterima, namun dalam pertemuan tersebut ia menekankan pentingnya integritas dan menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung pendidikan tinggi yang bersih dari praktik korupsi.

Ke depan, BEM FH UBK berjanji akan mengadakan rapat terbuka dengan seluruh mahasiswa untuk menjelaskan langkah-langkah perbaikan, termasuk penyusunan kebijakan keuangan baru dan pelatihan manajemen anggaran bagi pengurus organisasi.