Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Polisi Militer (Polmas) berhasil menangkap seorang prajurit TNI Angkatan Darat yang diduga menjadi pelaku penembakan sesama tentara di Palembang pada Rabu (17/05/2024). Insiden terjadi ketika dua prajurit terlibat senggolan saat sedang bersantai di area perumahan militer. Dalam proses interaksi yang berujung pada pertengkaran, salah satu prajurit menembak rekan sesama anggotanya, menewaskan korban.
Rangkaian Kejadian
- Waktu kejadian dilaporkan sekitar pukul 19.30 WIB.
- Kedua prajurit sedang berada di area parkir kendaraan militer, dekat fasilitas rekreasi.
- Senggolan terjadi karena perbedaan pendapat terkait penggunaan kendaraan.
- Salah satu prajurit mengeluarkan senjata api dan menembak temannya.
Penangkapan dan Proses Hukum
Setelah penembakan, saksi mata langsung melaporkan kejadian kepada petugas Polmas. Tim penyidik melakukan penelusuran cepat, menemukan bukti-bukti berupa jejak peluru dan sidik jari pada senjata yang dipakai pelaku. Pada sore yang sama, tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan.
Polmas menegaskan bahwa proses penyelidikan dan autopsi terhadap jenazah korban sedang berlangsung secara intensif. Hasil otopsi diharapkan dapat memberikan kejelasan tentang penyebab luka tembak serta memastikan tidak ada faktor lain yang memengaruhi.
Reaksi TNI dan Pemerintah
Komando TNI Angkatan Darat menyatakan rasa duka yang mendalam atas peristiwa tragis ini. Pimpinan tertinggi TNI menekankan pentingnya disiplin, kontrol senjata, dan penyelesaian konflik secara damai di lingkungan militer.
Pemerintah daerah Palembang juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen untuk memastikan proses hukum berjalan transparan.
Langkah-Langkah Pencegahan Kedepan
- Penguatan prosedur penggunaan senjata api di lingkungan militer.
- Peningkatan pelatihan manajemen konflik bagi personel.
- Pemeriksaan rutin kebugaran mental dan psikologis prajurit.
- Penerapan sistem pemantauan CCTV yang lebih luas di area operasional.
Kasus penembakan sesama tentara ini menjadi peringatan serius bagi seluruh anggota TNI untuk menjaga profesionalisme dan menghindari tindakan kekerasan yang dapat merusak kehormatan institusi.




