Setahun Lebih Berjalan, Bakom RI Ungkap Dampak Nyata Program MBG

Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Setahun lebih setelah Program Makanan Bergizi (MBG) diluncurkan, Badan Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Republik Indonesia (Bakom RI) merilis rangkuman dampak yang sudah dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah.

Program MBG dirancang untuk meningkatkan akses rumah tangga terhadap makanan bergizi serta menurunkan beban pengeluaran harian untuk kebutuhan pangan. Selama periode pelaksanaan, lebih dari 2,5 juta keluarga telah terdaftar sebagai penerima manfaat.

  • Peningkatan akses makanan bergizi: Persentase rumah tangga yang melaporkan konsumsi sayur dan buah segar naik dari 42% menjadi 68%.
  • Penurunan pengeluaran pangan: Rata‑rata pengeluaran bulanan untuk kebutuhan makanan turun sekitar 15% dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Perbaikan status gizi anak: Angka stunting pada anak usia 0‑5 tahun menurun dari 21,3% menjadi 18,9% di daerah program.

Berikut rangkuman data utama yang diungkapkan oleh Bakom RI:

Indikator Sebelum MBG Setelah MBG
Konsumsi buah & sayur (hari/minggu) 2,1 4,3
Pengeluaran pangan per rumah tangga (juta Rp) 1,2 1,0
Prevalensi stunting (%) 21,3 18,9

Para penerima manfaat melaporkan bahwa bantuan bahan makanan pokok yang disalurkan secara rutin membantu mereka mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan. Selain itu, program pelatihan memasak sehat yang diadakan di balai desa turut meningkatkan pengetahuan gizi keluarga.

Meski hasilnya menggembirakan, Bakom RI menekankan bahwa program ini masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, terutama dalam memperluas jangkauan ke daerah terpencil dan meningkatkan koordinasi dengan lembaga swadaya masyarakat.

Secara keseluruhan, data yang dipublikasikan menunjukkan bahwa MBG telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan pangan dan pengurangan beban ekonomi rumah tangga di Indonesia.